DKP2KH Kepri Imbau Panitia Kurban Siapkan Pelaksanaan Secara Tertib

  • 11 Apr 2026 18:29 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Menjelang pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah/ 2026 Masehi, panitia kurban diimbau untuk melakukan sejumlah persiapan. Hal ini bertujuan, agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan bermakna, Sabtu, 11 April 2026.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Iwan Berri Prima, mengatakan, salah satu hal utama yang perlu dilakukan adalah membentuk struktur kepanitiaan yang jelas dan terorganisir. Sehingga, kepanitiaan bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi fondasi dalam mengatur seluruh rangkaian kegiatan kurban.

“Kepanitiaan harus memiliki pembagian tugas yang tegas mulai dari ketua, sekretaris, bendahara hingga seksi teknis,” ujar Iwan Berri Prima.

Iwan menjelaskan, panitia juga diharapkan aktif mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam ibadah kurban. Selain itu, semangat berkurban perlu dibangun melalui sosialisasi yang tepat, termasuk pendataan calon pekurban secara transparan.

“Pengumuman nama-nama pekurban penting dilakukan sebagai bentuk transparansi sekaligus motivasi bagi masyarakat,” ucapnya.

Iwan menyebutkan, pentingnya pelaksanaan gotong royong serta penyiapan sarana dan prasarana pemotongan hewan kurban. Ia mengingatkan, agar proses penyembelihan dilakukan oleh Juru Sembelih Halal (Juleha) yang kompeten.

“Peran Juleha sangat penting untuk memastikan penyembelihan sesuai syariat serta memperhatikan aspek kesejahteraan hewan,” tuturnya.

Ia mengimbau panitia, untuk mencari hewan kurban sejak jauh hari guna memastikan kualitas hewan yang sehat dan sesuai syariat. Selain itu, panitia dapat berkonsultasi dengan dokter hewan atau instansi terkait untuk memastikan kelayakan hewan kurban.

“Dengan persiapan lebih awal, panitia bisa mendapatkan hewan yang sehat, cukup umur, dan menghindari lonjakan harga menjelang hari raya,” tuturnya.

Ia menekankan, pentingnya pendataan penerima daging kurban. Hal ini bertujuan, agar distribusi berjalan merata dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

“Pendataan yang akurat akan memastikan tidak ada warga yang terlewat dan pembagian daging kurban dapat dirasakan secara adil,” katanya, menjelaskan.

Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan Idul Adha tidak hanya diukur dari jumlah hewan yang disembelih. Namun, juga dari kualitas pengelolaan dan dampak sosial yang dihasilkan.

“Idul Adha dapat menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian antar sesama,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....