Perkembangan Zaman Menjadikan Literasi di Kepri Menurun

  • 09 Apr 2026 15:41 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Secara tradisi budaya, masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sejak dulu sudah memiliki tradisi literasi yang sangat kuat. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kemauan untuk membaca menjadi sedikit tergerus.

Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Kepri, M. Bisri, mengatakan tingkat literasi antar Kabupaten/ Kota di Provinsi Kepri cukup beragam. Ada beberapa Kabupaten di Kepri yang tingkat literasinya cukup tinggi, Namun di Kota Batam justru mengalami penurunan.

Fenomena penurunan tingkat literasi di wilayah perkotaan menjadi permasalah nasional tidak hanya di Kepri. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh perubahan sosial ekonomi masyarakat seiring dengan perkembangan zaman, yang membuat fokus teralihkan dari kebiasaan membaca.

“Ini merupakan fenomena nasional. Daerah-daerah terpencil justru menunjukkan kemauan membaca yang tinggi, sementara daerah yang sudah sangat maju mengalami penurunan minat baca,” ujar Bisri, Kamis, 9 April 2026.

Padahal, secara tradisi budaya wilayah Kepri memiliki tradisi literasi yang sangat kuat. Wilayah Kepri dikenal sebagai sumber bahasa nasional, Bahasa Indonesia berasal dari wilayah ini. Pemerintah Provinsi Kepri akan membangun tugu bahasa di Pulau Penyengat sebagai upaya peningkatan semangat literasi masyarakat.

Selain itu, Sejarah mencatat zaman dulunya Kepri adalah pusat ilmu. Banyak orang dari lauar daerah yang belajar di Kepri, karena kagum dengan ekosistem keilmuan di kerajaan Melayu pada masa itu.

Sejarah juga menunjukkan banyak karya-karya yang dihasilkan oleh para penulis di tanah Melayu. Sejak zaman dulu sudah ada klub para penulis dan ribuan naskah karya mereka.

“Ini menunjukkan kekayaan dan tradisi literasi masyarakat Kepri yang sudah terjaga dengan baik sejak dahulu. Masyarakat sangat mencintai ilmu pengetahuan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....