Pemprov Kepri Prioritaskan Pembayaran Tunda Bayar Rp104 Miliar

  • 09 Apr 2026 09:59 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tengah memprioritaskan pelunasan kewajiban tunda bayar tahun anggaran sebelumnya yang mencapai angka Rp104 miliar. Plt Sekda Pemerintah Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira, mengonfirmasi bahwa total utang tersebut tersebar di belasan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berdasarkan data aplikasi Inspektorat.

“Kita akan mencoba mengalokasikan pembayaran utang pemprov kepri itu Rp 104 miliar,” kata Luki Zaiman Prawira, Kamis 9 April 2026.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) saat ini sedang menyusun skema alokasi dana agar pembayaran dapat segera dilakukan dalam waktu dekat. Proses pembayaran, baik secara keseluruhan maupun cicilan, akan disesuaikan dengan kondisi arus kas (cashflow) keuangan daerah yang tersedia.

“Waktunya belum tau masih pembahasan di TAPD ya,” ujarnya.

Luki menegaskan bahwa penyelesaian utang kegiatan ini merupakan prioritas utama yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Provinsi Kepri pada tahun berjalan. Saat ini, pembahasan intensif terus dilakukan untuk mencari celah alokasi budgeting yang tepat guna menutupi beban tunda bayar tersebut.

“Pembayaran kita usahan ya, utang ini menjadi prioritas utama pemprov kepri,” tuturnya.

Terkait teknis ketersediaan dana, pihak Pemprov masih melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Hal ini dikarenakan posisi keuangan daerah bersifat dinamis dan terus bergulir mengikuti arus pendapatan serta belanja wajib lainnya.

Sementara itu, serapan anggaran pada triwulan pertama tahun 2026 dilaporkan masih berada di jalur yang tepat (on the track). Pendapatan daerah hingga Maret telah menyentuh angka 22 persen dari total target tahunan yang ditetapkan.

“Serapan kita cukup bagus masih on the track ya,” katanya.

Meski pendapatan stabil, Pemprov Kepri memilih untuk menahan belanja kegiatan non-rutin demi menjaga ketersediaan dana cadangan. Anggaran saat ini difokuskan terlebih dahulu untuk belanja wajib seperti gaji pegawai dan THR sebelum dialokasikan sepenuhnya pada kegiatan fisik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....