Anak Muda Sulit ke Perpustakaan karena Waktu Layanan yang Terbatas

  • 09 Apr 2026 09:40 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Hambatan literasi di kalangan anak muda dinilai bukan semata karena rendahnya minat baca. Keterbatasan akses waktu ke perpustakaan justru menjadi faktor yang kerap luput dari perhatian.

Inisiator Temu Baca Tanjungpinang, Fairuz Muzdalifa, menilai antusiasme anak muda terhadap kegiatan membaca sebenarnya cukup tinggi. Hal itu terlihat dari partisipasi aktif anggota komunitas baca dalam setiap kegiatan.

“Saya melihat antusiasme anak muda cukup aktif mengikuti kegiatan membaca bersama di komunitas di kota Tanjungpinang,” kata Fairuz, Kamis, 9 April 2026.

Kendala yang ditemui adalah ketika akses ke perpustakaan tidak sejalan dengan waktu luang anak muda. Beberapa perpustakaan yang ada di kota Tanjungpinang, hanya buka pada hari kerja dan waktu layanan yang terbatas.

“Jam operasional perpustakaan sering tidak sesuai dengan waktu luang anak muda,” ujarnya.

Sebagian besar anak muda, baru memiliki waktu membaca pada akhir pekan. Namun pada saat itu pelayanan perpustakaan justru sudah tidak beroperasi.

“Mereka biasanya baru sempat membaca dan mengunjungi perpustakaan di akhir pekan,” tuturnya.

Ia berharap perpustakaan dapat lebih aktif berkolaborasi dengan komunitas literasi di Tanjungpinang. Kegiatan bersama di perpustakaan dinilai bisa menarik minat kunjungan anak muda.

“Kami berharap perpustakaan bisa bekerja sama dengan komunitas membaca yang ada di Tanjungpinang, agar lebih banyak anak muda dating ke perpustakaan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....