BPMP Kepri Optimalkan Kebijakan Pendidikan Program Prioritas Kemendikdasmen

  • 08 Apr 2026 17:48 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pengambilan data lapangan Studi Persepsi Publik terhadap 5 Program Prioritas Kemendikdasmen digelar di SMA Negeri 4 Tanjungpinang, Rabu, 8 April 2026 Kegiatan ini difasilitasi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepulauan Riau (Kepri) untuk memastikan kebijakan pendidikan nasional tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya.

Studi yang diinisiasi Direktorat Jenderal PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah ini dilaksanakan serentak di 34 provinsi. Pelaksanaan riset bekerja sama dengan pihak ketiga, Ravenry, sementara BPMP Kepri mengoordinasikan rekrutmen responden di daerah.

“Kami memfasilitasi seluruh kebutuhan operasional agar pengambilan data berjalan lancar,” ujar Kepala BPMP Kepri, Warsita.

Pengukuran persepsi publik dilakukan melalui tiga dimensi utama, yakni tahu, paham, dan manfaat. Pendekatan ini dipakai untuk memetakan sejauh mana program dikenal, dipahami, dan dirasakan dampaknya.

Pengukuran dilakukan melalui tiga dimensi kritis, yaitu:

  1. Dimensi Tahu: Mengukur sejauh mana publik dan penerima manfaat mengetahui keberadaan, nama, serta deskripsi program.
  2. Dimensi Paham: Menilai tingkat pemahaman masyarakat mengenai cara kerja, prosedur, dan aturan dari program tersebut.
  3. Dimensi Manfaat: Menggali persepsi publik mengenai efektivitas dan dampak positif yang dirasakan secara langsung di lingkungan Pendidikan.

Penelitian menyoroti lima program strategis, mulai dari revitalisasi satuan pendidikan hingga penguatan karakter siswa. Program lain yang dikaji meliputi digitalisasi pembelajaran, SPMB, serta dukungan dana operasional sekolah.

Fokus pada 5 Program Strategis Nasional Penelitian ini secara spesifik menyoroti lima program prioritas yang menjadi pilar transformasi pendidikan saat ini:

  1. Revitalisasi Satuan Pendidikan, Fokus pada peningkatan kualitas infrastruktur sekolah.
  2. Digitalisasi Pembelajaran, Termasuk pemberian bantuan perangkat teknologi seperti Interactive Flat Panel (IFP).
  3. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Kebijakan pendaftaran siswa yang transparan dan terstruktur.
  4. Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), Dukungan biaya operasional untuk meringankan beban siswa.
  5. Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), Inisiatif penguatan karakter siswa.

Sebanyak 52 responden terlibat pada sesi kuantitatif yang berasal dari unsur dinas pendidikan, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar. Keterlibatan lintas unsur ini diharapkan memberi gambaran yang objektif dan menyeluruh.

“Kehadiran berbagai unsur yang terlibat dalam hal pendidikan membuat hasil studi lebih komprehensif,” tuturnya.

Pengumpulan data dilakukan melalui metode CAPI pada pagi hari dan FGD secara daring pada siang hari. FGD diikuti perwakilan orang tua murid yang terhubung langsung dengan tim pusat melalui perangkat yang disiapkan BPMP Kepri.

Warsita berharap hasil studi menjadi bahan evaluasi kebijakan pendidikan di tingkat pusat. Data yang dihimpun diharapkan mampu menyempurnakan pelaksanaan program prioritas di daerah.

“Hasil studi ini akan menjadi landasan penting agar program semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....