Halal Bihalal Dinilai Relevan Ditengah Luasnya Pergaulan Masyarakat saat Ini

  • 31 Mar 2026 17:07 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Tradisi Halalbihalal dinilai memiliki makna penting sebagai sarana mempererat silaturahmi di tengah masyarakat yang kian luas pergaulannya. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bersama bagi mereka yang tidak sempat saling berkunjung saat Idulfitri.

Budayawan Muda Kepulauan Riau, Rendra Setiadiharja, menjelaskan Halalbihalal bukan tradisi asli Melayu, melainkan berkembang dari tradisi kerajaan di Jawa. Tradisi tersebut dahulu dilakukan untuk mempertemukan masyarakat yang tidak sempat saling mengunjungi pada saat Idul Fitri.

“Halalbihalal ini bagian dari silaturahmi yang esensinya adalah saling bertemu dan saling memaafkan,” kata Rendra Setiadiharja, Selasa, 31 Maret 2026.

Dalam budaya Melayu, proses saling memaafkan lazim dilakukan melalui kunjungan dari rumah ke rumah pada hari pertama hingga ketiga Lebaran. Pola ini berbeda dengan daerah lain yang kemudian mengadopsi Halalbihalal sebagai bentuk pertemuan bersama.

“Dalam budaya Melayu, silaturahmi itu dilakukan dengan berkunjung langsung ke rumah - rumah pada awal Syawal,” ucapnya.

Menurutnya, perubahan pola pergaulan masyarakat menjadi alasan Halalbihalal semakin relevan saat ini. Lingkup relasi yang tidak lagi terbatas pada keluarga dan kampung membuat pertemuan langsung sulit dilakukan satu per satu secara langsung.

“Sekarang pergaulan sudah lintas wilayah, kecamatan, bahkan kota, sehingga tidak semua bisa dikunjungi satu per satu,” tuturnya.

Ia menilai Halalbihalal menjadi solusi budaya yang memfasilitasi pertemuan massal dalam keterbatasan waktu, jarak, dan sarana. Momentum ini dipandang tetap selaras dengan nilai silaturahmi yang dijunjung dalam tradisi Melayu.

“Karena itu Halalbihalal menjadi momentum yang baik untuk tetap menjaga silaturahmi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....