Pegiat Lingkungan Ingatkan Bahaya Pembakaran Lahan terhadap Ketersediaan Air
- 30 Mar 2026 15:57 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kebakaran hutan kembali menjadi isu serius yang mengancam keberlanjutan lingkungan di berbagai wilayah Indonesia. Fenomena ini kerap terjadi setiap tahun, dipicu oleh kombinasi faktor kesengajaan, kelalaian manusia, serta kondisi alam yang tidak mendukung.
Aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, yang diperparah oleh musim kemarau panjang, sering kali memicu api yang sulit dikendalikan. Akibatnya, ratusan hektar hutan rusak parah dan ekosistem alami terganggu secara signifikan.
“Selain merusak vegetasi dan habitat satwa, kebakaran hutan di wilayah aliran sungai membawa dampak besar terhadap ketersediaan air tanah,” ujar Pegiat Lingkungan, Ani Suryanti, Senin 30 Maret 2026.
Ani Suryanti menjelaskan bahwa hilangnya tutupan hutan membuat tanah kehilangan kemampuan menyerap air secara optimal. Debit air tanah berkurang, sungai menjadi lebih cepat kering, dan masyarakat di sekitar wilayah terdampak kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Menghadapi ancaman ini, Ani Suryanti menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Memperketat pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan, serta memperkuat sistem deteksi dini kebakaran," tambahnya.
Selain itu, edukasi publik mengenai hukuman mambakar hutan dan lahan dengan sengaja, bahaya membakar hutan dan pentingnya menjaga kawasan aliran sungai dinilai menjadi langkah krusial untuk mencegah kerusakan lebih lanjut di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....