Pedagang Otak-otak di Pelantar Tanjungpinang Keluhkan Sepinya Pembeli
- 30 Mar 2026 14:46 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Penjualan otak-otak di kawasan pelantar 2, kota Tanjungpinang selama masa libur Lebaran tahun ini terpantau tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Pedagang menyebut kondisi pasar cenderung sepi meski tetap ada aktivitas jual beli seperti hari biasa.
Salah satu pedagang otak-otak, Bosun, mengatakan penjualan selama momen Lebaran berjalan lancar namun jumlah pembeli tidak mengalami lonjakan signifikan. Menurutnya, kondisi tahun ini berbeda dibandingkan Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya yang lebih ramai.
“Boleh dibilang lancar, tapi tahun ini agak kurang ramai dibanding biasanya,” kata Bosun, Senin, 30 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pada hari-hari biasa penjualan justru terasa lebih stabil dibandingkan saat libur Lebaran. Situasi ini dinilai dipengaruhi oleh banyaknya pedagang serupa sehingga pembeli tersebar.
“Saat libur Lebaran kemaren sepi, mungkin karena banyak saingan juga yang berjualan otak-otak di sepanjang jalan pelantar 2,” ujarnya.
Bosun juga mengakui adanya kenaikan harga bahan baku ikan menjelang Lebaran yang turut memengaruhi produksi. Meski begitu, ia tetap berupaya menjaga kualitas dan ketersediaan dagangan.
“Harga ikan kemarin sempat naik menjelang Lebaran, tapi kita tetap jual seperti biasa,” ucapnya.
Menurutnya, pembeli dari luar daerah, seperti, Jakarta dan Batam, masih menjadi dominan. Namun, wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia, yang biasanya turut meramaikan, tidak terlihat pada periode ini libur Lebaran ini.
Ia berharap kondisi penjualan kembali membaik seiring normalnya aktivitas masyarakat setelah masa libur panjang. Dirinya juga optimistis usaha otak-otak tetap diminati karena menjadi salah satu kuliner khas Tanjungpinang.
“Mudah-mudahan ke depan bisa kembali ramai seperti dulu dan menjadi salah satu kuliner khas di Tanjungpinang,” kata Bosun, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....