Kurs Dolar Pengaruhi Harga Daging Sapi Segar di Pasar Bintan Centre Tanjungpinang

  • 29 Mar 2026 15:25 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pedagang daging sapi segar di Pasar Bintan Centre menghadapi tantangan harga yang dipengaruhi nilai tukar dolar karena pasokan sapi bergantung pada perusahaan peternakan besar. Kondisi ini membuat harga daging di tingkat pedagang ikut berfluktuasi mengikuti pergerakan kurs mata uang.

Pedagang daging sapi Pasar Bintan Centre, Thamrin, mengatakan sebagian besar sapi didatangkan dari Lampung melalui perusahaan peternakan berskala internasional. Perusahaan tersebut menerapkan standar harga berbasis dolar karena pembelian bibit sapi dari negara Australia menggunakan mata uang asing.

“Kami ikut terdampak karena harga sapi selalu mengikuti dengan naik turunnya dolar,” ujar Thamrin, Minggu, 29 Maret 2026.

Menurutnya, fluktuasi harga ini sering membuat pelanggan kaget ketika harga daging mendadak naik. Padahal pedagang hanya menyesuaikan harga sesuai biaya pembelian sapi dari pemasok.

Thamrin menyebut pasokan dari peternak lokal sebenarnya belum mampu mencukupi kebutuhan pasar. Karena itu, pedagang lebih banyak bergantung pada perusahaan peternakan besar.

“Kalau hanya mengandalkan peternak kecil, pasokan daging sapi segar tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota Tanjungpinang,” ucapnya.

Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi rantai pasok daging yang turut dipengaruhi faktor global. Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang di pasar tradisional.

“Keadaan seperti ini memang di luar kendali kami sebagai pedagang daging segar di pasar,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....