Minat Daging Sapi Segar Masyarakat Tetap Tinggi Pasca Perayaan Idulfitri

  • 29 Mar 2026 14:43 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Antusiasme masyarakat membeli daging sapi segar di Pasar Bintan Centre, Kota Tanjungpinang, tetap tinggi sejak Ramadan hingga pasca-Lebaran. Tingginya minat ini turut dipengaruhi program subsidi harga pangan dari pemerintah provinsi Kepulauan Riau menjelang Lebaran Idulfitri.

“Waktu ada subsidi, kami bisa jual Rp140 ribu per kilo selama dua hari di H-7 dan H-6 Lebaran,” kata Amri, pedagang daging sapi segar di Pasar Bintan Centre, Minggu, 29 Maret 2026.

Saat Lebaran, harga daging sapi kembali merangkak naik seiring kenaikan harga sapi di tingkat pemasok. Harga normal yang sebelumnya Rp160 ribu per kilogram meningkat menjadi Rp170 ribu per kilogram saat hari raya.

“Sekarang harga daging segar sudah normal kembali Rp160.000 per kilogramnya,” ujarnya.

Dirinya mengatakan penjualan kembali berjalan normal mulai H+3 Lebaran dan permintaan masyarakat masih tergolong tinggi. Omzet penjualan, menurutnya, sangat bergantung pada jumlah sapi yang bisa dipotong setiap hari.

“Kalau soal omzet, tergantung berapa ekor sapi yang bisa kami potong, sehari biasanya 1 ekor sapi rata-rata,” ucapnya.

Ia juga melihat perubahan pola konsumsi masyarakat yang mulai beralih ke daging segar. Hal ini dipicu selisih harga daging beku dan daging segar yang kini semakin tipis.

“Selisihnya sekarang sekitar Rp15 ribu dengan daging beku, jadi banyak yang pilih daging segar,” katanya.

Menurutnya, setiap Ramadan minat masyarakat terhadap daging segar memang selalu meningkat dibanding hari biasa. Pengalaman bertahun-tahun berdagang membuatnya memahami pola belanja warga saat momen keagamaan tersebut.

“Kalau bulan Ramadan, minat beli daging segar selalu lebih tinggi dari hari biasa,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....