Pemko Tanjungpinang Siagakan 7 Armada Pick Up untuk Distribusi Air Bersih

  • 29 Mar 2026 14:13 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Kota Tanjungpinang menyiagakan armada pelayanan air bersih bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan rumah ibadah di tengah kekeringan. Total tujuh armada disiapkan dengan kapasitas layanan mencapai 27 ribu liter air dalam satu kali perjalanan.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan armada tersebut berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Kepri, dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Kepri. Jumlah armada masih bisa ditambah melalui dukungan kendaraan pick up milik OPD di lingkungan pemko.

“Tim Satgas ini dibentuk sebagai bentuk kehadiran pemerintah membantu warga yang kesulitan air bersih,” kata Lis Darmansyah, Minggu, 29 Maret 2026.

Berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, hujan diperkirakan baru turun pada Mei 2026. Pemerintah kota pun menyiapkan langkah mitigasi dan menjadwalkan rapat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) untuk menetapkan status siaga atau tanggap darurat kekeringan.

“Kita perlu langkah antisipasi karena kemarau diperkirakan masih berlangsung,” ujarnya.

Lis menjelaskan layanan distribusi air bersih sebenarnya sudah berjalan sejak awal Januari, namun kini diperkuat karena dampak kekeringan meluas. Masyarakat yang membutuhkan layanan dapat menghubungi nomor Satgas Distribusi Air Bersih dan menyiapkan tempat penampungan.

“Kami minta masyarakat bijak menggunakan air karena kemarau masih berjalan hingga akhir April,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan warga agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengganggu distribusi air. Warga diminta tidak membuka lahan secara sembarangan karena terdapat sanksi pidana bagi pelaku pembakaran.

“Mari jaga lingkungan agar armada air bersih fokus membantu masyarakat, bukan untuk pemadaman karhutla,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....