Ratusan Warga Tanjungpinang Ikuti Salat Istisqa Minta Hujan

  • 29 Mar 2026 10:41 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melaksanakan salat istisqa atau salat meminta hujan secara berjamaah di Pamedan Ahmad Yani, Minggu, 29 Maret 2026, pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini diikuti ratusan masyarakat serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Tanjungpinang.

Salat istisqa tersebut dipimpin oleh Imam Najmuddin, sementara khatib disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, Erizal. Pelaksanaan ibadah ini menjadi ikhtiar bersama di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan, bahwa manusia tidak dapat melawan ketentuan alam yang sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT. Menurutnya, kemarau panjang yang terjadi saat ini harus menjadi bahan introspeksi bagi seluruh masyarakat.

”Mungkin dengan musim kekeringan yang berpanjangan di Tanjungpinang ini, ada sesuatu yang salah kita sebagai umat Allah SWT,” ujar Lis Darmansyah.

Lis mengajak masyarakat, untuk memperbanyak taubat dan memohon ampun kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan serta diturunkan hujan. Lis berharap, melalui salat istisqa ini, segala hambatan dan kesalahan yang dilakukan dapat diampuni, serta membawa manfaat dan pelajaran bagi seluruh masyarakat.

”Maka satu-satunya jalan kita memohon pengampunan, memohon keridhoan dari Sang Pencipta,” ucapnya.

Kakanwil Kemenag Kota Tanjungpinang, Erizal, dalam khutbahnya mengatakan, pentingnya kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia menegaskan, bahwa Allah SWT akan menolong hamba-nya selama hamba tersebut menolong sesamanya, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan zakat, sedekah, serta saling membantu.

”Mari kita tunaikan kewajiban zakat, tingkatkan kadar sedekah, saling bantu meringankan beban orang-orang yang tidak mampu,” ujar Erizal.

Erizal menjelaskan, pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ia mengingatkan, agar masyarakat tidak melakukan kerusakan lingkungan, seperti penebangan hutan secara sembarangan dan pengelolaan sampah yang buruk, karena dapat berdampak pada perubahan iklim dan bencana.

Menurutnya, kemarau panjang yang terjadi saat ini harus menjadi momentum evaluasi bersama terhadap kondisi lingkungan. Ia mengajak masyarakat untuk mulai dari hal kecil, seperti menjaga kebersihan, menanam pohon, serta memperkuat komitmen kolektif dalam merawat alam demi keberlanjutan kehidupan.

”Seharusnya kita segera menyadari dan menguatkan komitmen untuk lebih menjaganya,” ucapnya.

Ia menambahkan, bahwa memperbanyak istighfar dan taubat merupakan salah satu jalan untuk memohon turunnya hujan. Ia berharap melalui ikhtiar lahir dan batin tersebut, kondisi cuaca dapat kembali normal dan membawa rahmat bagi seluruh alam.

”Mari kita merenung beristighfar dan bertorbat kepada Allah atas segala kesalahan kita,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....