Sumber Air Mengering di Tanjungpinang, Pengiriman Air Tangki Semakin Sulit

  • 27 Mar 2026 15:09 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih selama musim kemarau. Penyedia jasa lori air di Tanjungpinang menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait jarak sumber air dan kualitas pasokan, Jumat, 27 Maret 2026.

Pengemudi lori air, Gada Dicki Marwanto, mengatakan, bahwa sumber air yang biasa digunakan kini banyak yang mongering. Sehingga pengambilan air harus dilakukan dari lokasi yang lebih jauh seperti Sungai Carang dan Tanjung Moco.

“Kalau misalnya kering-kering nih, kita ngambil mau nggak mau jauh di Tanjung Moco sama Sungai Carang,” ujar Gada Dicki Marwanto.

Gada menjelaskan, kondisi ini berdampak pada efisiensi distribusi, meskipun hingga saat ini belum ada penambahan biaya untuk pelanggan tetap. Namun, untuk pelanggan baru, penyesuaian harga mulai diterapkan dengan kisaran Rp. 200 ribu hingga Rp. 250 ribu per 5.000 liter.

“Kalau untuk pelanggan tetap itu harganya masih sama, tapi kalau untuk pelanggan itu kita menyesuaikan,” ucapnya.

Selain itu, keterbatasan armada juga menjadi tantangan tersendiri, dimana lori air hanya dapat mengangkut kapasitas penuh sebesar 5.000 liter. Hal ini dikarenakan, jika diisi di bawah kapasitas tersebut dapat membahayakan keselamatan akibat tidak adanya sekat di dalam tangki.

“Jadi kita untuk meminimalisir kecelakaan, kita tidak berani menerima yang di bawah 5.000 liter,” tuturnya.

Dalam menjaga kualitas air, Ia memastikan sumber air yang digunakan masih layak dan telah melalui pengecekan. Bahkan, beberapa di antaranya telah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, seperti sumber air di Sungai Carang.

“Sungai Carang itu masih layak dan itu masih diterbitkan surat kesehatan dari Dinas Kesehatan,” katanya.

Gada berharap, kedepannya ada dukungan pemerintah, khususnya dalam penyediaan titik pengambilan air bersih yang terjamin kualitasnya. Hal ini dinilai penting, untuk mempermudah distribusi sekaligus memastikan air yang disalurkan tetap aman dan layak konsumsi bagi masyarakat.

“Karena biar kita nggak sampai nyari-nyari pakai alat tes kita kan,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....