Ditengah Geopolitik Dunia, Wisata Kepri Tetap Ramai Dikunjungi
- 26 Mar 2026 19:05 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memastikan dinamika geopolitik global, termasuk konflik Iran dan Amerika Serikat, tidak berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke wilayah Kepri. Hal ini disebabkan pangsa pasar utama wisatawan Kepri masih didominasi negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mengatakan, kondisi geopolitik global memang berpengaruh terhadap perjalanan internasional, khususnya wisatawan dari kawasan Eropa dan Asia Timur. Namun, dampak tersebut relatif kecil bagi Kepri karena kontribusi wisatawan dari wilayah tersebut tidak terlalu besar.
“Tapi untuk Kepri tidak terlalu signifikan karena lumbung wisatawan kita Singapura dan Malaysia,” ujar Hasan, Kamis, 26 Maret 2026.
Hasan menjelaskan, Singapura tetap menjadi pintu masuk utama wisatawan internasional ke Kepri. Meski terdapat gangguan penerbangan global akibat situasi geopolitik, arus wisatawan melalui Singapura masih terjaga, terutama selama momentum libur Lebaran Maret 2026.
”Pintu masuk Singapura masih tetap optimis kita,” ucapnya.
Hasan menyebutkan, pembukaan rute penerbangan baru Air Asia dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam ke Kuala Lumpur turut memperkuat konektivitas dan meningkatkan kunjungan wisatawan Malaysia ke Kepri. Tingkat keterisian penumpang pada rute tersebut juga dinilai cukup tinggi.
”Rute dari Batam ke Kuala Lumpur, menambah deretan wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Kepri,” tuturnya.
Dalam menghadapi tantangan global, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri bersama pemerintah pusat telah merumuskan sejumlah langkah strategis. Salah satunya melalui koordinasi dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, serta instansi terkait lainnya untuk menjaga stabilitas sektor pariwisata.
Hasan mengungkapkan, pihaknya juga mendorong kebijakan yang dapat menekan biaya perjalanan, termasuk merespons kenaikan tarif transportasi laut rute Batam-Singapura. Sehingga, kebijakan tersebut perlu dibahas bersama agar tidak memberatkan wisatawan.
“Artinya ketika ini menaikkan ya harus dibicarakan bersama,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata terus diperkuat, terutama dalam penyediaan promo dan diskon akomodasi hotel serta transportasi. Upaya ini diharapkan mampu menjaga tingkat okupansi dan mendorong perputaran ekonomi daerah.
“Kita dorong kolaborasi dengan pelaku industri, termasuk hotel dan sektor pendukung lainnya agar ekonomi tetap bergerak,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....