Kegiatan Ibadah Rutin di Gereja Oikumene Lapas Umum Kelas IIA Tanjungpinang

  • 26 Mar 2026 14:36 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kegiatan Ibadah Rutin Kristen kembali dilaksanakan di Gereja Oikumene Lapas Umum Kelas IIA Tanjungpinang pada Rabu 25 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Jalan Dr.Sahardjo Km 18, Gunung Kijang ini diikuti oleh 26 warga binaan dengan penuh antusias, dalam suasana yang tertib, khidmat, dan penuh penghayatan.

Ibadah ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang secara konsisten dilakukan guna memperkuat nilai-nilai spiritual warga binaan. Kehadiran para Penyuluh Agama Kristen dari Kementerian Agama Kota Tanjungpinang menjadi wujud nyata komitmen negara dalam memberikan layanan keagamaan yang inklusif dan berkesinambungan, tanpa terkecuali bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan.

Adapun penyuluh agama yang hadir dalam kegiatan ini adalah Perdinan Paruntungan Batubara, Samuel Edy Rerung Sulo, Darbinep Marojahan Simanjuntak, dan David Ferynando Syahputra. Ibadah dipimpin oleh Samuel Edy Rerung Sulo dengan penuh penghayatan, sementara firman Tuhan disampaikan oleh David Ferynando Syahputra.

Doa berkat dipimpin oleh Perdinan Paruntungan Batubara, serta pujian dan penyembahan dipandu dengan iringan musik oleh Darbinep Marojahan Simanjuntak sebagai pianis. Dalam khotbahnya yang berjudul “Jangan Berdalih”, yang diambil dari Lukas 14:15-23, disampaikan perumpamaan tentang undangan perjamuan besar.

Dalam kisah tersebut, orang-orang yang diundang justru memberikan berbagai alasan untuk menolak undangan tersebut. Melalui pesan ini, warga binaan diajak untuk tidak menunda-nunda ataupun mencari alasan dalam merespons panggilan Tuhan, melainkan dengan kerendahan hati dan kesediaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Lebih jauh, pesan firman Tuhan ini juga dihubungkan dengan nilai-nilai moderasi beragama yang menjadi salah satu fokus pembinaan kehidupan beragama di Indonesia. Undangan dalam perumpamaan tersebut menggambarkan kasih Tuhan yang terbuka bagi semua orang tanpa membedakan latar belakang sosial, status, maupun kondisi kehidupan.

Hal ini selaras dengan semangat moderasi beragama yang menekankan pentingnya sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun kehidupan yang rukun dan damai di tengah keberagaman. Para warga binaan mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kesungguhan.

Terlihat dari sikap mereka yang antusias dalam mengikuti pujian, mendengarkan firman Tuhan, hingga terlibat dalam doa bersama. Suasana ibadah yang hangat dan penuh kekeluargaan turut memberikan penguatan rohani serta harapan baru bagi mereka dalam menjalani masa pembinaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan tidak hanya mengalami pertumbuhan iman secara pribadi, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai seperti tanggung jawab, kejujuran, kerendahan hati, serta sikap toleransi diharapkan dapat menjadi bekal penting saat mereka kembali ke tengah masyarakat.

Kementerian Agama melalui para Penyuluh Agama terus berkomitmen untuk menghadirkan pembinaan rohani yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan warga binaan dapat mengalami transformasi hidup yang positif serta menjadi pribadi yang membawa damai dan kerukunan di lingkungan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....