Muhammadiyah Tanjungpinang Terbuka soal Perbedaan Lebaran, Tekankan Toleransi

  • 22 Mar 2026 09:28 WIB
  •  Tanjungpinang

‎RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Muhammadiyah Kota Tanjungpinang menyikapi perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dengan penuh keterbukaan. Perbedaan tersebut dinilai sebagai hal yang wajar dalam praktik keagamaan.

‎“Perbedaan itu menurut Muhammadiyah adalah rahmatan lil alamin,” ujar Ketua Pimpinan Muhammadiyah Kota Tanjungpinang, Nazaruddin, Minggu, 22 Maret 2026.

‎Ia menjelaskan bahwa perbedaan penetapan hari raya berkaitan dengan keyakinan serta metode perhitungan fikih yang digunakan masing-masing kelompok. Muhammadiyah sendiri telah menetapkan pelaksanaan Idulfitri lebih awal dibandingkan pemerintah dan sebagian ormas lainnya.

‎“Tidak ada masalah, ini berkaitan dengan keyakinan dan teknis fikih para ulama yang kita percayai,” katanya.

‎Menurut Nazaruddin, perbedaan dalam pelaksanaan hari besar Islam seperti Idulfitri dan Idul Adha sudah menjadi hal yang biasa terjadi. Selama ini, masyarakat dinilai dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan baik tanpa menimbulkan konflik.

‎“Ini biasa terjadi, baik Salat Idulfitri maupun saat Salat Idul Adha,” ucapnya.

‎Ia menambahkan bahwa setiap keputusan diambil berdasarkan perhitungan dan keahlian masing-masing pihak. Oleh karena itu, sikap saling menghormati menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.

‎“Kita lakukan sesuai dengan perhitungan dan keyakinan masing-masing organisasi,” tuturnya.

‎Selain itu, Muhammadiyah Kota Tanjungpinang juga mencatat peningkatan dalam penerimaan zakat pada tahun ini. Jumlah penerima zakat disebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

‎“Penerimaan zakat sekitar dua ribuan, ini menunjukkan peningkatan dalam jumlah penerima,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....