Ekspor Kepri Bulan Januari 2026 Mengalami Penurunan
- 04 Mar 2026 11:05 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada bulan Januari 2026 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan Januari 2025. Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan ekspor non migas Kepri pada bulan Januari 2026.
Kepala BPS Kepri , Toto Haryanto Silitonga, dalam rilisnya mengatakan nilai ekspor Provinsi Kepri pada bulan Januari 2026 mencapai US$2.022,25. Mengalami penurunan 7,12 persen dibandingkan dengan ekspor Januari 2025.
“Nilai ekspor Kepri pada bulan Januari mengalami penurunan sebesar 7,12 persen dibandingkan dengan bulan Januari 2025,” ujar Toto Haryanto Silitonga, Selasa, 4 Maret 2026.
Jika dilihat sub sektornya, nilai nilai ekspor sektor migas Januari 2026 meningkat 11,53% dibanding Januari 2025. Namun pada nilai ekspor sektor nonmigas di bulan Januari 2026 menurun 10,05% dibandingkan Januari 2025.
“Nilai ekspor non migas Kepri pada bulan Januari 2025 sebesar US$1.881,78 juta, sementara di bulan Jnauari 2026 sebesar US$1.692,67 Juta,” tuturnya.
Komoditas yang paling banyak diekspor Kepri pada bulan Januari 2026 yaitu dengan kode harmonisasi sistem HS85 mesin peralatan Listrik mencapai US$853,97 juta dengan share ekspor sebesar 50,45 persen. Komoditas HS84 atau mesin-mesin pesawat mekanik sebesar US$181,59 juta dengan share ekspor sebesar 10,73 persen dan HS28 bahan kimia anorganik sebesarUS$124,56juta dengan share ekspor sebesar 7,36 persen.
Negara Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Januari 2026 mencapai US$464,41 juta dengan peranannya sekitar 27,44 persen. Singapura menjadi negara tujuan ekspor migas terbesar pada Januari 2026 yang mencapai US$244,65 juta dengan peranannya sebesar 74,23 persen.
“Pangsa pasar ekspor Kepri pada Januari 2026 ke negara Singapura, US$572,35 juta dengan peranannya sebesar 28,30 persen dari total ekspor Kepri,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....