Puslitbang Polri Teliti Optimalisasi Almatsus Dalmas dan Peran Ketahanan Pangan

  • 02 Mar 2026 15:22 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Polda Kepulauan Riau menerima kunjungan Tim Puslitbang Polri dalam rangka pelaksanaan penelitian strategis terkait optimalisasi Almatsus Dalmas dan penguatan peran Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan dilakukan di Rupatama Polda Kepri, Senin, 3 Maret 2026.

Ketua Tim Penelitian, Kombes Pol. Guno Pitoyo, mengatakan kedatangan tim bertujuan untuk melaksanakan penelitian terkait optimalisasi peralatan Dalmas di wilayah Polda Kepri serta menggali data mengenai peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan. Ia juga mengharapkan partisipasi aktif para narasumber dan responden dalam memberikan jawaban serta masukan yang konstruktif selama proses penelitian berlangsung.

Penelitian ini mengangkat dua fokus utama, yakni Optimalisasi Almatsus Dalmas Polri Guna Penanganan Unjuk Rasa Berpotensi Konflik Dalam Rangka Mewujudkan Harkamtibmas. Kemudian Peran Polri Dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Guna Mewujudkan Swasembada Pangan.

“Dalam penelitian terkait Almatsus Dalmas, Puslitbang Polri menyoroti pentingnya optimalisasi alat material khusus yang digunakan dalam pengendalian massa secara bertahap melalui pendekatan preemtif, preventif, persuasif, dan humanis,” ucap Kombes Pol. Guno Pitoyo.

Almatsus tersebut meliputi helm, tameng, tongkat, body protector, kendaraan taktis seperti AWC dan APC, senjata non-mematikan. Kemudian, peralatan pendukung lainnya guna menjamin keselamatan personel sekaligus tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, di antaranya keterbatasan jumlah peralatan, kondisi peralatan yang kurang optimal, kebutuhan penyesuaian dengan dinamika eskalasi situasi, kurangnya pemeliharaan rutin. Perlu juga peningkatan pelatihan personel agar adaptif terhadap perubahan karakteristik unjuk rasa modern.

Penelitian juga mengkaji peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, khususnya dalam penguatan produksi dan distribusi komoditas jagung sebagai bagian dari upaya swasembada pangan.

Polri berperan tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga melalui pemanfaatan pekarangan bergizi, optimalisasi lahan produktif, pengawasan distribusi pangan, serta rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Pertanian. Pendekatan ini menegaskan transformasi peran Polri sebagai fasilitator, koordinator lintas sektor, serta pendamping masyarakat guna menjaga stabilitas wilayah produksi dan distribusi pangan.

“Penelitian ini dilaksanakan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan metode pengisian kuesioner secara daring kepada responden internal Polri pengguna Almatsus Dalmas serta wawancara mendalam (indepth interview) kepada informan terkait,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....