Budaya Tertib di Jalan Raya Kian Menurun, Giat Operasi Dinilai Belum Efektif
- 28 Feb 2026 20:03 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kesadaran berlalu lintas masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dinilai masih rendah dan belum menunjukkan perubahan signifikan. Budaya tertib di jalan raya disebut semakin memudar seiring berkurangnya rasa segan dan malu saat melakukan pelanggaran.
Ketua Himpunan Keselamatan Transportasi Masyarakat (Hikatama) Kepri, Afrizal, menilai persoalan utama terletak pada kesadaran individu pengguna jalan. Ia menyebut banyak pengendara yang lebih mengedepankan kepentingan pribadi dibanding keselamatan bersama.
“Kesadaran masyarakat itu sendiri yang masih rendah, rasa segan dan rasa malu sekarang sudah jauh berkurang,” ujar Afrizal, Sabtu, 28 Februari 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut terlihat ketika teguran dari sesama pengguna jalan justru dibalas dengan kemarahan. Fenomena ini menunjukkan lemahnya kontrol sosial dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
“Kalau ditegur orang lain, justru yang menegur bisa dimarahi, ini yang menjadi masalah dalam membangun budaya tertib,” katanya.
Afrizal juga menyoroti efektivitas operasi kepolisian yang dinilai belum mampu membentuk disiplin jangka panjang. Ia melihat kepatuhan pengendara cenderung muncul hanya saat ada petugas di jalan.
“Kewaspadaan itu biasanya hanya muncul ketika ada petugas, setelah tidak ada, pelanggaran terjadi lagi,” ucapnya.
Ia berharap penegakan aturan lalu lintas dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan hanya pada momen tertentu. Dengan pengawasan rutin, diharapkan muncul efek jera sekaligus rasa segan terhadap aturan dan aparat.
“Kalau ingin membuat orang jera dan benar-benar patuh, pengawasan harus berkelanjutan, bukan hanya saat operasi saja,” ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....