Tembus 134 Juta Rupiah, Ekspor Perdana Ikan Angoli dan Kerapu ke Australia
- 28 Feb 2026 18:39 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Komoditas perikanan unggulan Kepulauan Riau kembali menembus pasar internasional. Karantina Kepulauan Riau (Kepri) melalui Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah, ekspor perdana ikan angoli (goldband snapper) dan kerapu (coral trout)_ tujuan Australia resmi diberangkatkan dengan total nilai ekonomis mencapai Rp 134 juta, Sabtu, 28 Februari 2026.
Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah, Dorisman, mengatakan pihaknya memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan karantina. Adapun komoditas yang diekspor meliputi _fresh goldband snapper H&G_ sebanyak 457,4 kg dan _fresh coral trout whole_ sebanyak 70,45 kg, dengan total volume pengiriman mencapai 527,85 kg.
Sebelum diberangkatkan, seluruh komoditas telah melalui serangkaian tindakan karantina untuk memastikan keamanan dan mutu produk. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengujian RSIVD _(Red Sea Bream Iridovirus Disease (RSIVD) bertujuan mendeteksi virus)_ dan organoleptik guna memastikan kesegaran, tekstur, warna, aroma ikan sesuai standar mutu, bebas penyakit sesuai standar WOAH serta persyaratan dari negara tujuan.
“Kami memastikan setiap tahapan pemeriksaan dilakukan secara teliti dan profesional. Pengujian organoleptik menjadi bagian penting untuk menjamin komoditas yang diekspor dalam kondisi aman, sehat, dan bermutu sehingga memenuhi standar negara tujuan yaitu Australia,” ujar Dorisman.
Selain itu, proses ekspor juga telah melalui sistem Ssm-QC ekspor _(Single Submission Quarantine Customs)_ sebagai mekanisme penjaminan mutu dan kepabeanan yang terintegrasi. Langkah ini menjadikan seluruh persyaratan administrasi dan teknis ekspor dapat dipenuhi secara tertib dan akuntabel.
Kepala Karantina Kepri, Hasim, menegaskan keberhasilan ekspor perdana ini menjadi bukti daya saing komoditas perikanan Kepri di pasar global. Pihaknya berkomitmen terus memperkuat pengawasan dan memfasilitasi layanan karantina agar ekspor berjalan lancar, aman, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.
“Ekspor ini menunjukkan bahwa produk perikanan Kepri mampu memenuhi standar internasional," ucap Hasim.
Melalui sinergi antara pelaku usaha, karantina dan instansi terkait, ekspor perdana ini diharapkan menjadi langkah awal peningkatan volume dan nilai tambah komoditas perikanan Kepulauan Riau di pasar internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....