Pemko Tanjungpinang Tetap Tanggung BPJS Warga Kurang Mampu
- 28 Feb 2026 00:28 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang memastikan bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu tetap berjalan hingga saat ini. Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 26.500 warga masih terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang iurannya ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, mengatakan peserta BPJS yang sebelumnya dinonaktifkan umumnya disebabkan perubahan data kependudukan, seperti pindah domisili maupun peserta yang telah meninggal dunia. Kuota tersebut kemudian digantikan oleh masyarakat lain yang memenuhi kriteria penerima bantuan.
”Kalau Pemko itu yang kita non-aktifkan biasanya yang pindah domisili, terus sudah meninggal,” ujar Rustam, Sabtu, 28 Februari 2026.
Menurutnya, penonaktifan peserta bukan dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan pembaruan data administrasi. Apabila terdapat warga yang sudah tidak lagi berdomisili di Tanjungpinang atau meninggal dunia, maka kepesertaan akan dialihkan kepada calon peserta baru yang membutuhkan.
”Kalau ada yang meninggal, atau pindah domisili kita ganti peserta baru,” ucapnya.
Rustam menjelaskan, peserta BPJS yang ditanggung pemerintah daerah merupakan masyarakat kurang mampu yang telah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Sosial. Penetapan penerima bantuan sepenuhnya dilakukan melalui verifikasi data kesejahteraan sosial, sementara Dinas Kesehatan hanya menjalankan pembiayaan layanan kesehatan.
”Makanya kan selalu kita persyaratkan, harus mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial,” tuturnya.
Ia menambahkan, sebagian peserta yang sebelumnya ditanggung pemerintah daerah juga telah dialihkan pembiayaannya ke pemerintah pusat melalui skema bantuan APBN, khususnya bagi masyarakat yang masuk kategori desil satu hingga lima. Pengalihan tersebut membuka kuota baru bagi warga lain untuk memperoleh bantuan jaminan kesehatan.
”Jadi diambil ke APBN, Ada 1.000 lebih,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....