Wahyu Wahyudin Minta Kopdes Merah Putih Atasi Krisis Air
- 27 Feb 2026 15:50 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Anggota DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Wahyu Wahyudin mendorong Koperasi Merah Putih mengelola air bersih di Desa Sugi, Kabupaten Karimun. Adanya dugaan bahwa sarana air bersih di Desa Sugi kini tidak lagi berfungsi.
"Sayang kalau dibiarkan terbengkalai, lebih baik dikelola oleh Kopdes Merah Putih," kata Wahyu Wahyudin, Jumat, 27 Februari 2026.
Wahyu mengatakan, dengan dikelola sarana air bersih oleh Kopdes Merah Putih, instalasi air bersih diharapkan dapat ditingkatkan lagi. Karena di desa sugi ditemukan pengelolaan air bersih di kuasai oleh satu pihak.
“Lebih baik pengelolaan air bersih untuk masyarakat di kelola oleh Kopdes Merah Putih,” ujarnya.
Selain itu, Ia juga mendorong seluruh Badan Usaha Milik Desa (BumDes) berkolaborasi dengan Kopdes Merah Putih. Menurutnya, dengan berkolaborasi, Kopdes Merah Putih dan BumDes bisa mengoptimalkan potensi desa.
"Kopdes dan BumDes harus sejalan dan bermitra untuk memastikan ekonomi desa berputar dengan baik," tuturnya.
Salah satu warga Desa Sugi, Supiannadi mengeluhkan fasilitas air bersih yang mangkrak dengan alasan kekurangan debit air dan negosiasi masyarakat dengan pengelola. Ia menjelaskan, air merupakan kebutuhan dasar bagi warga, masyarakat menaruh harapan besar dengan dibangunnya fasilitas sarana air bersih.
“kami butuh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Supiannadi.
Anggaran negara yang keluarkan untuk membangun fasilitas air bersih ini bukanlah angka yang sedikit. Pembangunan proyek tersebut menelan dana ratusan juta tahun 2024 bersumber dari dana desa.
“Sekarang pipa-pipa yang terpasang itu tidak berfungsi sama sekali,” ucapnya.
Ketidak pedulian Perangkat Desa terhadap fasilitas yang sia-sia adalah bentuk pengabaian terhadap hak hidup layak masyarakat. Jika pemdes tidak mampu menjalankan amanah, maka hukum harus menjadi panglima untuk meluruskan penyimpangan yang ada.
"Laporan ke penegak hukum ini bukan sekadar protes, melainkan upaya menyelamatkan uang negara," katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....