Dinas Perpustakaan Kepri Dorong Kegiatan Literasi Masyarakat

  • 27 Feb 2026 10:24 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Dinas Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendorong budaya literasi di masyarakat. Hal tersebut karena literasi sangat penting dan dapat meningkatkan daya saing masyarakat di tingkat nasional maupun global.

Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau, M. Bisri, mengatakan pihaknya mendukung visi pemerintah Kepulauan Riau dalam membangun masyarakat yang madani dan berdaya saing. Untuk sampai ketujuan tersebut tentunya masyarakat harus memiliki literasi yang baik.

Karena literasi bukan hanya sekedar pengetahuan membaca dan menulis saja. Arti literasi sangat luas dan kompleks, sehingga harus di miliki oleh masyarakat.

“Literasi tidak hanya berbicara tentang niat, tetapi juga tentang kemampuan berfikir yang benar, kemudian melakukan langkah-langkah yang tepat agar hidupnya menjadi berkualitas,” ujar M. Bisri, Jumat, 27 Februari 2026.

Bisri menjelaskan masyarakat yang berdaya adalah masyarakat yang memahami kebutuhan mereka termasuk pengetahuan dan bagaimana memperoleh informasi untuk memperkuat sumber pengetahuan tersebut. Tidak cukup memiliki pengetahuan secara sepintas, akan tetapi mamapu bertahan hidup dalam situasi apapun, kebutuhan ilmu, pengetahuan wawsan serta kompetensi dan keterampilan yang merupakan bagian dari literasi.

Dalam membangun masyarakat yang berdaya saing, kucinya adalah wawasan dan Literasi. Maka, pihaknya mendorong berbagai program peningkatan literasi di perpustakaan Provinsi Kepri.

Manurutnya, perpusatakaan bukan hanya menjadi tempat pemimjaman buku saja, akan tetapi menjadi pusat kegiatan literasi. Program ini akan segera berjalan, pihaknya akan segera menginventarisir apa saja kekuatan yang dimiliki oleh perpustakaan.

“Secara sekilas kita sudah memiliki perpustakaan yang cukup bagus dan nyaman, meskipun belum sepenuhnya ideal karena jumlah koleksinya, tapi itu bukanlah yang utama,” ucapnya.

Karena, dalam penyusun Indeks Pembangunan Literasi saat ini jumlah koleksi buku bukanlah yang utama. AKan tetapi dilihat dari kinerja pemanfaatan sarana dan prasarana oleh masyarakat.

“Artinya jika ada perpustakaan atau taman bacaan sejauh mana memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk kebutuhannya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....