Orang Tua Pahami Penjelasan Menu MBG Bukit Bestari
- 26 Feb 2026 20:18 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Salah satu orang tua murid Sekolah Dasar (SD) di Tanjungpinang mempertanyakan terkait menu Program Makan Bergizi (MBG) yang diterima anaknya selama Ramadan. Pertanyaan tersebut telah dijelaskan langsung oleh pihak SPPG Basuki Rahmat, Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, dan orang tua mengaku telah memahami penjelasan yang diberikan, Kamis, 26 Februari 2026.
Orang tua siswa, Junita Lubis, mengatakan, bahwa ia sempat mempertanyakan komposisi menu yang diterima, yakni susu, apel, roti, dan telur. Ia menilai perlu adanya kejelasan terkait kesesuaian menu dengan anggaran yang ditetapkan.
“Saya tadi sudah menghadap pihak MBG dan mendapat penjelasan, sudah cukup memahami tapi ke depan tetap saya pantau,” ujar Junita Lubis.
Penanggung Jawab SPPG Basuki Rahmat, Siti Bayu, menjelaskan, selama bulan Ramadan, menu yang didistribusikan berupa makanan kemasan sehat. Perubahan ini dilakukan karena mempertimbangkan kondisi puasa, sehingga makanan basah diganti dengan makanan kering yang tetap memenuhi standar gizi.
”Beliau menanyakan makanan selama bulan Ramadan, yaitu makanan kebanyakan makanan kering, padahal sebelumnya makanan basah,” ujar Siti Bayu.
Siti mengatakan, untuk jenjang TK hingga kelas 3 SD, porsi makanan senilai Rp. 8.000,- , sementara kelas 4 SD hingga SMA senilai Rp10.000,- . Ia memastikan distribusi telah sesuai dengan ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami menyalurkan makanan setiap hari ke sekolah, dari Senin sampai Sabtu dan insyaallah sudah sesuai dengan perintah BGN,” ucapnya.
Ahli Gizi SPPG Bukit Bestari, Adinda Wahyu, menegaskan, penyusunan menu berdasarkan petunjuk teknis BGN dan prinsip gizi seimbang. Dalam program MBG selama Ramadan, konsep yang digunakan adalah paket makanan kemasan sehat.
”Untuk program MBG ini kan harus sesuai dengan prinsip pedoman gizi seimbang,” ujar Adinda Wahyu.
Adinda menjelaskan, sumber karbohidrat dapat berasal dari roti, kentang, atau umbi-umbian. Sementara protein hewani dan nabati diperoleh dari telur, abon ikan atau ayam, kacang-kacangan, hingga keripik tempe. Untuk serat, disertakan buah-buahan seperti apel, jeruk, salak, dan pisang, dimana Susu juga menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan protein.
“Menu yang kami distribusikan sudah mengacu pada surat edaran BGN dan tetap memenuhi prinsip gizi seimbang,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....