GPM Tanjungpinang Antisipasi Lonjakan Harga Lebaran
- 26 Feb 2026 13:10 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP), mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Jl. Bandara, Kel. Pinang Kencana, Kec. Tanjungpinang Timur, Kamis, 26 Februari 2026, pagi. Kegiatan ini dalam rangka untuk pengendalian inflasi pangan, stabilitas pasokan dan harga pangan, serta Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Kota Tanjungpinang.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan, kegiatan GPM ini bertujuan untuk mengantisipasi harga bahan pokok menjelang lebaran nanti. Sehingga dengan diadakan kegiatan ini dapat membantu menyelesaikan ketahanan pangan dan meringankan beban masyarakat.
”Kita tahu kondisi bulan Ramadhan ini dalam menjelang lebaran ini supaya mengantisipasi itu,” ujar Lis Darmansyah.
Lis menjelaskan, bahwa ia telah menyampaikan kepada Kadis DPPP untuk mengembangkan Bukit Manuk menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Hal ini bertujuan agar sumber pangan tidak berasal dari luar lagi melainkan bisa dikembangkan di Kota Tanjungpinang.
”Kita kembangkan supaya gerakan pangan murah ini sumbernya tidak dari luar,” ucapnya.
Lis menyebutkan, bahwa perlunya terobosan baru dalam mengembangkan ketahanan pangan di Kota Tanjungpinang. Sehingga sektor perikanan, pertenakan, hingga perkebunan dan pertanian nanti bisa diberdayakan.
”Dengan memberdayakan tentunya kelompok-kelompok petani,” tuturnya.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Tanjungpinang, Robert Lukman, mengatakan, bahwa kegiatan GPM ini akan dilaksanakan sebanyak 4 kali. Dimana pada bulan Ramadan 1447 Hijriah ini akan dilaksanakan di minggu pertama dan minggu ke 3.
”Tanggal 26 Februari ini, nanti sekitar tanggal 6 atau 7 maret lagi,” ujar Robert Lukman.
Robert menjelaskan, pada minggu kedua dan keempat akan dilaksanakan Operasi Pasar Murah (OPM) yang di inisiasi oleh Disdagin Kota Tanjungpinang. Kegiatan OPM nanti akan dilaksanakan di Gedung Tengku Mandak Bintan Center.
”Jadi kita akan tetap adakan sampai menjelang lebaran nanti,” ucapnya.
Robert menyebutkan, sebanyak sepuluh vendor termasuk kelompok tani binaan DPPP ikut serta dalam GPM tersebut. Salah satunya adalah telur hasil dari Koperasi Merah Putih yang saat ini sudah dapat dijual.
”Yang ayam potong mungkin mudah-mudahan menjelang lebaran mereka sudah bisa ikut jual,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....