SP Parekraf: Kepri Butuh Pemulihan Kunjungan Wisatawan

  • 20 Feb 2026 09:51 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Posisi geografis Kepulauan Riau (Kepri) yang strategis sebagai gerbang pariwisata internasional setelah Bali, menuntut standar kompetensi pekerja yang tinggi. Namun, tantangan terbesar saat ini dinilai bukan hanya pada aspek keahlian (skill), melainkan pemulihan jumlah kunjungan wisatawan pasca pandemi.

Ketua DPD Serikat Pekerja Pariwisata Ekonomi dan Kreatif (SP PAREKRAF) KSPSI Provinsi Kepri, Afyendri, mengatakan, secara umum tenaga kerja lokal di Batam dan Bintan memiliki kompetensi yang mampu bersaing. Namun, masih perlu terus ditingkatkan melalui sertifikasi.

"Tantangan kita lebih kepada kurangnya tamu yang datang secara global, bukan semata-mata masalah skill," ujar Afyendri, Kamis, 19 Februari 2026.

Afyendri menjelaskan, pentingnya pembekalan dan sertifikasi kompetensi yang diakui secara regional untuk dapat bersaing dengan tenaga kerja asing di level manajerial. Ia mencontohkan organisasi seperti Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) yang rutin bekerja sama dengan Dinas Pariwisata untuk memberikan pembekalan bagi para pemandu wisata (guide).

"Di Lagoi dan Batam, pelatihan dari Kementerian Pariwisata untuk tour leader dan tour guide terus berjalan," ucapnya.

Menanggapi tingginya biaya hidup di wilayah Kepulauan, SP Parekraf terus memperjuangkan upah minimum sektoral yang layak. Menurutnya, sektor pariwisata memiliki karakteristik unik karena adanya komponen pendapatan tambahan seperti service charge untuk pekerja hotel atau uang tip bagi pramuwisata.

Mengenai tren digital Work From Anywhere (WFA), Afyendri menegaskan, bahwa konsep tersebut sulit diterapkan sepenuhnya. Hal ini dikarenakan industri pariwisata yang bersifat layanan langsung ke wisatawan.

"Jadi, relevansi WFA di sektor ini sangat minim karena kehadiran fisik adalah kunci pelayanan," tuturnya.

Terkait penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) di sektor perhotelan, pihaknya mendorong pekerja senior untuk tetap melakukan update skill. Walaupun AI sangat membantu dalam sisi pemasaran dan operasional harian, unsur manusiawi dalam pelayanan pariwisata tetap tidak tergantikan.

"AI tidak akan bisa menggantikan sentuhan langsung dalam pelayanan guide atau hospitalitas di hotel," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....