Multilingual Jadi Kunci Akses Informasi di Era Transformasi Digital

  • 20 Feb 2026 09:39 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Penguasaan lebih dari satu bahasa atau multilingual dinilai menjadi kompetensi penting di tengah era globalisasi dan transformasi digital. Kemampuan ini tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi menjadi kebutuhan dalam mengakses informasi, teknologi, dan komunikasi global.

Dosen Linguistik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Nana Raihana Askurny, menjelaskan multilingual adalah kemampuan menggunakan lebih dari dua bahasa, berbeda dengan bilingual yang merujuk pada dua bahasa. Dalam konteks Indonesia, masyarakat umumnya telah menggunakan bahasa ibu, bahasa Indonesia, serta bahasa Inggris dalam keseharian.

“Multilingual itu berarti lebih dari satu bahasa, dan dalam era digital sekarang paling tidak kita harus paham bahasa Inggris selain bahasa ibu dan bahasa nasional,” kata Nana Raihana Askurny, Jumat, 20 Februari 2026.

Dirinya menjelaskan, perkembangan teknologi informasi saat ini mayoritas menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Hampir seluruh perangkat digital, seperti, smartphone, laptop, hingga applikasi perangkat lunak menampilkan fitur dan instruksi dalam bahasa tersebut.

“Kita tidak bisa lepas dari perangkat digital, dan hampir semuanya disajikan dalam bahasa Inggris, jadi mau tidak mau kita harus tahu,” ucapnya.

Kurangnya pemahaman terhadap istilah asing berpotensi menimbulkan kesalahan dalam penggunaan teknologi sehari-hari. Hal itu kerap terjadi dalam transaksi belanja daring yang menggunakan berbagai istilah berbahasa Inggris.

“Istilah seperti order, repeat order, atau paylater harus dipahami, karena kalau tidak bisa saja orang salah mengambil keputusan,” tuturnya.

Nana menegaskan, yang terpenting bukan sekadar menguasai secara mendalam, melainkan memahami makna dan konteks penggunaan bahasa asing tersebut. Pemahaman ini akan membantu masyarakat lebih bijak dan tepat dalam memanfaatkan teknologi digital.

“Setidaknya masyarakat paham agar tidak keliru dalam pengartian penggunaan bahasa di era digital ini,” ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....