Sepuluh Tahun Terakhir Pertumbuhan Ekonomi Kepri Cukup Pesat
- 19 Feb 2026 14:48 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pertumbuhan struktur ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam sepuluh tahun terakhir terjadi pertumbuhan yang cukup pesat. Bahkan struktur ekonomi Kepri tidak hanya bertumpu pada satu sektor saja.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepri ,Toto Haryanto Silitonga, mengatakan dilihat dari struktur Produk Demestik Regional Bruto (PDRB) Kepri atau nilai tambah yang dihasilkan dari seluruh barang dan jasa pada tahun 2015 mencapai 199,578 triliun rupiah. Sepuluh tahun kemudian nilai tersebut meningkat menjadi 381,73 triliun rupiah.
“Artinya, dalam satu dekade nilai ekonomi meningkat hampir dua kali lipat. Meski di tahun 2020 sempat menurun karena pandemi, tapi meningkat kembali setelahnya” ujar Toto Haryanto Silitonga, Kamis, 19 Februari 2026.
Sektor pengolahan menjadi sektor yang menggerakkan perekonomian Kepri yang memiliki andil besar adalah sektor Industri pengolahan. Sektor industri pengolahan pada tahun 2015 mencapai 74,97 triliun rupiah atau hampir 40 persen dari total nilai tambah. Pada tahun 2025 nilai tersebut meningkat 158,69 triliun rupiah.
“Sektor in menjadi tulang punggung ekonomi Kepri dengan kontribusi sekitar 41 persen dari total PDRB,” tuturnya.
Selain itu, sektor perdagangan juga mengalami peningkatan yang signifikan, pada tahun 2015 sektor ini memberikan kontribusi sebesar 15,42 triliun rupiah. Tahun 2025 meningkat menjadi 35,97 triliun rupiah, menunjukkan aktivitas distribusi dan konsumsi di sektor perdagangan semakin kuat dengan kenaikan lebih dari 100 persen dibandingkan tahun 2015.
Sektor ketiga yang mendorong perekonomian Kepri adalah sektor akomodasi dan makanan minuman yang meliputi jasa pariwisata, perhotelan dan sejenisnya. Pada tahun 2015 sektor ini mencapai 3,95 triliun rupiah dan tahun 2025 meningkat menjadi 6,98 triliun rupiah.
“Kesimpulannya sektor ekonomi Kepri saat ini tidak hanya bertumpu pada industri pengolahan akan didikung sektor lainnya seperti Perdagangan, Jasa dan Konstruksi,” Katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....