Gerakan Literasi Kepri Kian Kuat dan Kolaboratif

  • 12 Feb 2026 16:03 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang — Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat gerakan literasi, baik literasi baca tulis maupun literasi digital, melalui berbagai program kolaboratif bersama Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan komunitas literasi. Hal tersebut disampaikan Widya Bahasa Ahli Muda Kantor Bahasa Provinsi Kepri, Teguh Madya Tarigan.

Teguh menjelaskan penguatan literasi di Kepri dimulai secara masif sejak 2016, seiring dorongan pemerintah pusat untuk meningkatkan indeks literasi nasional. Salah satu langkah strateginya berkolaborasi dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di seluruh kabupaten/kota di Kepri.

“Dalam kurun dua tahun, di Provinsi Kepri telah terbentuk forum TBM di beberapa kabupaten/kota dan mendapat apresiasi di tingkat nasional. Ini menjadi fondasi gerakan literasi kita,” ujar Teguh, Kamis, 12 Februari 2026.

Menurutnya, tantangan utama di Kepri adalah kondisi geografis kepulauan yang membuat akses ke pulau-pulau kecil tidak selalu mudah. Namun, antusiasme masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program tersebut.

“Kantor Bahasa Kepri juga memperkuat literasi digital melalui pemanfaatan berbagai aplikasi, seperti Buku Digital (Budi), film animasi literasi, serta kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional melalui aplikasi iPusnas, iKepri, dan Pusnas Edu,” ujarnya.

Teguh menyebutkan, secara nasional indeks literasi Indonesia terus mengalami peningkatan. Di tingkat daerah, Kepri bahkan kerap masuk 10 besar nasional untuk literasi baca tulis. Namun, literasi digital masih perlu ditingkatkan.

“Kita tidak bisa lepas dari dunia digital. Karena itu, literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan menyaring informasi dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial,” tuturnya.

Kedepan, Kantor Bahasa Kepri akan kembali menggelar bimbingan teknis bagi komunitas penggerak literasi serta pelatihan membaca cepat dan membaca analitis di sekolah-sekolah, khususnya yang memiliki nilai literasi rendah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi literasi siswa sekaligus memperkuat peran komunitas dalam menumbuhkan budaya baca di lingkungan pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....