Penggunaan E-Ticketing Pelabuhan Sri Bintan Pura Terus Meningkat
- 02 Feb 2026 13:21 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Penerapan sistem e-ticketing di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang telah dilakukan mulai dari tahun 2025, terdapat sejumlah tantangan dalam implementasinya. Sosialisasi telah dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari media massa hingga langsung di terminal.
Kepala Seksi Kepelabuhanan KSOP Kelas II Tanjungpinang, Rahman, menjelaskan kendala utama bukan pada pengenalan aplikasi, melainkan pada sebagian masyarakat dalam menggunakan metode pembayaran digital. Tidak semua calon penumpang memiliki QRIS atau kartu debit, sehingga masih bergantung pada transaksi manual.
“Kalau tidak bisa online, tetap bisa manual di loket, tapi produknya tetap secara online,” kata Rahman, kepada RRI, Senin, 2 Februari 2026.
Selama ini, masyarakat terbiasa membeli tiket kapal secara langsung di loket. Perubahan pola transaksi ke digital membutuhkan proses adaptasi yang tidak instan.
“Kebiasaan karakter masyarakat kita yang biasa membeli di onsite, ini yang ingin diubah,” ujarnya.
Staf Lalu Lintas dan Angkutan Laut (LALA), Agus Saputra, mengatakan mayoritas masyarakat masih memilih membeli tiket di loket dibandingkan melalui online. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi digital masih berada pada fase transisi.
“Untuk fasilitas udah kita lengkapi dari mesin penjualan dan papan informasi,” ucap Agus.
Kendala lain yang masih dihadapi adalah belum tersedianya jadwal kapal secara real-time untuk pembelian tiket beberapa hari ke depan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan karakteristik kapal dan kapasitas penumpang dari masing-masing operator.
KSOP bersama operator terus melakukan evaluasi sistem untuk memperbaiki hal tersebut. Sistem e-ticketing secara teknis sudah berjalan penuh di lapangan.
Namun demikian, untuk saat ini jadwal keberangkatan masih menjadi fokus pembenahan agar masyarakat bisa membeli tiket sebelum keberangkatan. “Kedepannya pembelian tiket bisa di lakukan 1 minggu sebelum keberangkatan,” katanya.
Dari beberapa hasil evaluasi sebelumnya, terjadi peningkatan signifikan dalam penggunaan e-ticketing oleh masyarakat. Jika sebelumnya penggunaan masih di bawah satu persen, kini mengalami lonjakan cukup tajam. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran perilaku masyarakat ke arah layanan digital.
“Dari sebelumnya 0,007 persen, sekarang sudah naik menjadi 8,42 persen,” kata Rahman, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....