Bazar Imlek Jadi Motor Ekonomi UMKM Kota Tanjungpinang

  • 30 Jan 2026 05:13 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Menjelang pelaksanaan ibadah keagamaan Khonghucu sekaligus perayaan Imlek. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) mengadakan Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar di Jalan Merdeka, Kota Tanjungpinang, Jumat, 30 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling berinteraksi serta mendorong pertumbuhan ekonomi bagi pelaku UMKM. Bazar terlihat ramai dikunjungi masyarakat terutama pada akhir pekan.

Pengelola Kegiatan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Alay Immanuel, menjelaskan, bahwa Bazar Imlek tahun ini digelar lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Yaitu dimulai pada tanggal 16 Januari hingga pada 16 Februari 2026.

“Tahun ini kita tarik sekitar 30 hari, lebih panjang dari tahun sebelumnya, karena antusiasme UMKM yang ikut sangat tinggi,” ujar Alay Immanuel.

Alay mengatakan, bahwa, awalnya jumlah stan hanya untuk sekitar 500 unit stan. Namun, dengan meningkatnya minat pelaku usaha, jumlah stan bertambah menjadi lebih dari 560 stan.

”Jadi tiap hari ada penambahan stan, sehingga totalnya lebih kurang 560 stan,” ucapnya.

Alay menjelaskan, UMKM yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari Tanjungpinang, tetapi juga dari luar daerah. Ia menilai, dengan cuaca yang cukup mendukung sehingga bazar pada tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menambahkan, bahwa puncak acara Imlek akan dilaksanakan pada 16 Februari dan akan dilanjutkan dengan hiburan pada 17 Februari 2026.

“Setelah puncaknya tanggal 16 malam, tanggal 17 kita adakan hiburan lagi jadi dua malam gitu,” katanya, menjelaskan.

Seorang Pedagang Minuman Kopi, Marcel, mengatakan, bahwa keberadaan bazar sangat membantu meningkatkan penjualan. Menurutnya, pada hari biasa penjualan cenderung lebih rendah, namun saat akhir pekan jumlah pembeli meningkat signifikan.

“Kalau hari biasa memang agak kurang, tapi kalau sudah weekend penjualannya lumayan naik,” ujar Marcel.

Marcel menyebutkan, bahwa dengan adanya bazar ini membuatnya dapat menjual minuman pada hari biasa sekitar 50 hingga 60 gelas kopi. Sementara pada akhir pekan, penjualan bisa mencapai 100 gelas atau bahkan bisa lebih.

“Dengan adanya bazar seperti ini, kami sebagai pelaku UMKM bisa berkembang dan dikenal lebih luas,” ucapnya.

Marcel menjelaskan, suasana bazar terasa padat dan ramai, terutama pada akhir pekan. Namun, menurutnya kondisi tersebut justru menciptakan atmosfer yang hidup dan menyenangkan. ia berharap, kedepannya penyelenggaraan bazar dapat terus ditingkatkan, baik dari segi sistem, fasilitas, maupun penataan tenda.

”Semoga bazar dapat lebih ditingkatkan, baik dari segi fasilitas maupun penataan tenda,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....