PGRI Apresiasi Komitmen Kemdikdasmen Menfokuskan Mutu Pendidikan
- 29 Jan 2026 16:44 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengapresiasi arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan. Bahkan beberapa keluhan pendidik telah dipenuhi dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Ketua PB PGRI Pusat, Huzaifa Dadang AG mengatakan ada tiga garis besar perjuangan organisasi, yakni kesejahteraan guru, perlindungan guru dan tata kelola kependidikan. Dalam aspek kesejahteraan, meski masih ada tantangan, pemerintah telah menunjukkan upaya nyata, terutama pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang kini setiap bulannya langsung ke rekening guru.
“Alhamdulillah, sudah ada upaya nyata dari Kemendikdasmen, TPG guru sudah langsung ke rekening guru. Sebelumnya pencairannya sudah terlambat,” ujar Huzaifa Dadang AG, Kamis, 29 Januari 2026.
Disisi perlindungan, PGRI mengakui adanya kemajuan dengan keluarnya Peraturan Menteri yang mengatur perlindungan guru. Namun, kekuatan hukum peraturan tersebut masih dinilai kurang kuat ketika guru menghadapi persoalan hukum terkait dengan undang-undang seperti perlindungan anak dan lainnya.
“Guru ketika menjalankan tugasnya sering di bentur-benturkan dengan hukum. Ini yang menjadi perhatian dan perjuangan kita bersama,” tuturnya.
Terkait tata kelola, PGRI menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Saat ini, pembagian kewenangan antara Provinsi dan Kabupaten/Kota masih menimbulkan beberapa kendala. Dicontohkannya Pemerintah Provinsi hanya bertanggung jawab pada jenjang SMA/SMK, sementara SD dan SMP menjadi kewenangan Kabupaten/ Kota.
“Kondisi ini menyebabkan kesulitan dalam koordinasi dan dukungan anggaran,” ucapnya.
Dadang juga mengusulkan kajian untuk mengalihkan pengelolaan pendidikan sepenuhnya ke pemerintah pusat, agar tata kelola lebih efektif. Namun, perubahan ini tentunya harus diatur secara hukum melalui undang-undang.
“Kalau bisa pengelolaannya di pemerintah pusat saja biar lebih efektif, seperti sektor pertahanan, keamanan dan Agama,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....