Bahasa Indonesia Jadi Perekat Utama Masyarakat Heterogen Kepri

  • 28 Jan 2026 13:50 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad memperkuat penggunaan bahasa Indonesia melalui kerja sama dengan Badan Pengembangan Bahasa. Nota kesepakatan resmi tersebut ditandatangani di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Rabu 28 Januari 2026.

Gubernur Ansar juga mengukuhkan Tim Pengawas Penggunaan Bahasa sesuai amanat Surat Edaran Mendagri terbaru. Langkah strategis ini bertujuan melindungi bahasa Indonesia sekaligus melestarikan sastra daerah secara konsisten.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengapresiasi respons cepat Pemprov Kepri dalam memartabatkan bahasa nasional. Pengawasan intensif akan difokuskan pada penggunaan bahasa Indonesia yang benar di berbagai ruang publik.

“Khususnya untuk memartabatkan bahasa nasional  diberbagai ruang public,” kata Hafidz Muksin.

Sinergi antarpihak sangat dibutuhkan karena posisi geografis Kepri berbatasan langsung dengan banyak negara tetangga. Momentum ini menjadi titik balik untuk memantapkan identitas bahasa Indonesia di wilayah perbatasan.

“Kepri ini diwilayah perbatasan dan ini menjadi momentum memantapkan identitas bahasa,” ujarnya.

Kantor Bahasa Kepri akan mendistribusikan buku bacaan bermutu ke berbagai sekolah mulai tahun 2026. Program tersebut bertujuan agar seluruh siswa semakin akrab dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik.

Apresiasi juga diberikan atas hibah lahan dari Pemprov Kepri untuk pembangunan gedung Kantor Bahasa. Fasilitas baru tersebut akan didanai APBN sebagai langkah nyata menguatkan literasi di Bumi Segantang Lada.

“Melalui hibah ini kita akan membangun gedung kantor bahasa,” ucapnya.

Gubernur Ansar menegaskan bahasa Indonesia adalah perekat utama di tengah masyarakat Kepri yang sangat heterogen. Ansar mengajak seluruh pihak menggalakkan penggunaan bahasa nasional demi menjaga persatuan NKRI di kepulauan.

“Bahasa Indonesia merupakan perekat utama masyarakat Kepri yang sangat heterogeny,” kata Ansar Ahmad.

Ansar yakin dengan penandatangan nota kesepakatan dan pembentukan tim pelaksana ini akan membuat penggunaan bahasa Indonesia di Kepri semakin membaik. Terlebih menurutnya sebagai tempat kelahiran bahasa Indonesia, masyarakat Kepri harus mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....