Bank Sampah Pesisir Dorong Lingkungan Bersih
- 25 Des 2025 08:51 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Berawal dari keprihatinan terhadap kondisi pesisir yang dipenuhi sampah, Bank Sampah Semoga Berkah Sungai Ladi, Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tumbuh menjadi gerakan peduli lingkungan sekaligus penguat ekonomi masyarakat pesisir. Pengelola Bank Sampah Semoga Berkah, Andri, menjelaskan bank sampah tersebut berdiri sejak tahun 2017. Inisiatif ini lahir dari kesadaran akan dampak buruk sampah laut terhadap ekosistem pesisir dan mata pencaharian nelayan.
“Kami berangkat dari niat dan kepedulian terhadap lingkungan. Sampah di pesisir itu bukan hanya merusak laut, tetapi juga mengancam mata pencaharian nelayan,” ujar Andri, Kamis (25/12/2025).
Seiring waktu, Bank Sampah Semoga Berkah terus berkembang dan kini membina tiga bank sampah di wilayah berbeda, di antaranya di Senggarang dan Pulau Penyengat. Jumlah nasabah pun meningkat signifikan, dari 15 orang saat awal berdiri menjadi lebih dari 812 nasabah saat ini.
Melalui sistem tabungan sampah, masyarakat dapat menukarkan sampah anorganik menjadi nilai rupiah. Hasil tabungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti token listrik, sembako, hingga tabungan emas.
Andri yang juga berprofesi sebagai nelayan mengungkapkan, pengalamannya saat melaut menjadi titik balik untuk melakukan perubahan. Ia kerap mendapati hasil tangkapan berupa sampah plastik lebih banyak dibandingkan ikan.
“Kadang hasil tangkapan kami itu lebih banyak sampah daripada ikan. Dari situ saya berpikir, ini harus ada tindakan,” katanya.
Dengan pendekatan kearifan lokal, Andri mengajak para nelayan untuk tidak membuang sampah plastik ke laut, melainkan mengumpulkannya dan menabung di bank sampah. Sampah tersebut kemudian dikonversi menjadi uang dan dicatat dalam buku tabungan.
Menurutnya, tabungan sampah terbukti membantu nelayan, terutama saat musim paceklik dan cuaca buruk yang menghambat aktivitas melaut. “Saat cuaca buruk dan nelayan tidak bisa melaut, mereka bisa menggunakan uang dari tabungan sampahnya sendiri,” ucapnya.
Tak hanya fokus pada pengumpulan, Bank Sampah Semoga Berkah juga berinovasi dengan mengolah sampah residu menjadi paving block plastik serta bahan bakar minyak hasil olahan limbah plastik. BBM tersebut dimanfaatkan kembali untuk mendukung operasional bank sampah.
Atas berbagai inovasi tersebut, Bank Sampah Semoga Berkah berhasil meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Juara Teknologi Tepat Guna tingkat Kota Tanjungpinang serta apresiasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Gerakan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....