Budidaya Jambu Kristal Berpotensi Banyak Dapat Cuan

  • 03 Okt 2024 10:58 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Petani di Kampung Sumberejo Kota Tanjungpinang, sukses meraup keuntungan besar dari budidaya jambu kristal. Yanti yang sudah hampir tiga tahun menanam jambu ini menceritakan perjalanannya dari awal hingga sekarang, di mana pendapatan bulanan bisa mencapai hingga Rp 10 juta.

Sebelum membudidayakan jambu kristal, petani jambu kristal Yanti ini menanam cabai. Namun, tiga tahun terakhir ia memutuskan beralih ke jambu kristal yang saat ini menjadi sumber penghasilan utamanya.

"Sebelumnya saya menanam cabai, tapi kemudian mencoba menanam jambu kristal," kata Yanti, Rabu (2/10/2024).

Lahan seluas 2 hektar yang ia miliki kini dipenuhi oleh tanaman jambu yang semakin produktif. Dimana pengembangan jambu kristal ini tidak terlepas dari bantuan bibit yang didapatkan dari Dinas Pertanian Provinsi Kepri. Semula ia hanya menanam sekitar 40 bibit dengan hasilnya yang sangat memuaskan.

"Awalnya tanam 40 biji dulu. Setelah proses cangkok, bisa dapat ratusan buah per pohon," katanya.

Keterangan photo: Jambu kristal yang membusuk dikarekan lambat dilakukan pembungkusan (f/Nora)

Menurutnya tanaman jambu kristal ini memerlukan waktu sekitar tujuh bulan setelah cangkok untuk mulai berbuah. Meskipun demikian, produksi jambu optimal setelah pohon berusia satu tahun.

"Kalau tanaman dari cangkok, tujuh bulan sudah mulai berbuah, tapi kalau terlalu banyak buahnya, dahannya bisa patah," dia menjelaskan.

Selain itu, setiap pohon jambu kristal bisa menghasilkan 40 hingga 50 buah per musim panen. Proses perawatan jambu kristal cukup sederhana, dengan pemupukan dan penyemprotan pestisida yang dilakukan sebulan sekali.

"Perawatannya tidak susah, hanya yang paling repot itu saat membungkus buahnya," Ia menambahkan.

Dirinya menyebutkan, untuk pembungkusan buah jambu dilakukan saat ukuran buah sudah sebesar jempol jari tangan, untuk melindungi buah dari serangga dan penyakit. Jambu kristal dari Sumberejo dijual dengan harga rata-rata Rp 17.000,- per kilogram. Para pedagang buah dari berbagai wilayah, termasuk Ganet, sering datang langsung ke kebunnya untuk membeli.

"Ada pedagang buah yang datang sendiri, tapi kadang ada juga yang minta diantar sampai ke Ganet," ujar Yanti.

Dalam kondisi cuaca yang baik, penghasilannya bisa mencapai Rp 10 juta per bulan. Namun, produksi jambu kristal sangat dipengaruhi oleh cuaca, terutama saat musim hujan.

"Kalau musim hujan, buahnya berkurang, jadi pendapatannya juga turun. Cuaca memang sangat berpengaruh," tutur Yanti.

Meskipun menghadapi tantangan dalam hal cuaca, budidaya jambu kristal di Sumberejo memiliki potensi besar untuk berkembang. Permintaan jambu kristal terus meningkat, baik dari dalam kota maupun dari luar daerah.

"Pesanan dari luar daerah juga bisa kami layani, tapi saat ini masih terbatas karena belum bisa meng-cover semuanya," katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....