Hilal Tak Terlihat di Kepri, Zoztafia Ajak Warga Jaga Persatuan ditengah Perbedaan
- 20 Mar 2026 09:27 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Upaya pengamatan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di Pantai Tanjung Setumu, Dompak, Kamis,19 Maret 2026, berakhir tanpa hasil. Bulan sabit yang menjadi penanda berakhirnya Ramadan tidak terlihat di wilayah Kepulauan RiauRiau (Kepri).
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, menyebut posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas. Secara teknis, kondisi tersebut memang belum memungkinkan untuk dilakukan penetapan awal Syawal di wilayah ini.
“Secara persyaratan memang di wilayah kita ini belum mencapai 3 derajat,” ujar Ahmad Kosasih.
Ia menjelaskan, ketinggian hilal di Kepri masih sekitar 2,5 derajat dengan elongasi 4,83 derajat. Angka tersebut masih berada di bawah ketentuan yang telah disepakati secara regional. “Ini masih di bawah ketentuan yang berlaku,” katanya.
Menurut Ahmad, berdasarkan kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), hilal dinyatakan terlihat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,2 derajat. Standar ini digunakan oleh negara-negara anggota sebagai acuan penentuan awal bulan hijriah.
“Dengan kondisi ini, wajar jika hilal tidak terlihat di Tanjungpinang,” tuturnya.
Meski demikian, peluang terlihatnya hilal disebut lebih besar di wilayah barat Indonesia seperti Aceh. Hal ini karena posisi hilal di daerah tersebut telah melampaui ambang batas yang ditentukan.
“Di Aceh sudah sekitar 3,13 derajat, itu sudah memenuhi kriteria,” katanya.
Sementara itu, akademisi Ilmu Falak STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, M Arbisora Angkat, menilai secara umum wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria MABIMS. Namun demikian, terdapat perbedaan penetapan yang telah lebih dahulu diumumkan oleh organisasi keagamaan tertentu.
“Muhammadiyah sudah menetapkan besok sebagai 1 Syawal 1447 Hijriah,” ucapnya.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Kepri, Zoztafia, mengimbau masyarakat tetap mengikuti keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat. Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan di tengah potensi perbedaan penetapan hari raya.
“Kalau ada perbedaan, mari kita saling memaklumi, yang penting suasaana tetap kondusif dan ibadah berjalan dengan khusyuk” kata zoztafia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....