Tekanan Body Image Rusak Kebahagiaan Momen Idulfitri

  • 18 Mar 2026 10:51 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CI.ID, Tanjungpinang - Perayaan Idul Fitri yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan dan kebersamaan, kerap ternodai oleh isu body image yang masih kuat di tengah masyarakat. Komentar tentang berat badan, bentuk tubuh, hingga penampilan sering muncul dalam obrolan santai keluarga, tanpa disadari dapat melukai perasaan seseorang. Situasi ini membuat sebagian individu merasa tidak nyaman bahkan kehilangan rasa percaya diri saat bersilaturahmi.

Melansir dari situs langgam.id, fenomena body image sendiri merujuk pada cara seseorang memandang dan menilai tubuhnya. Ketika standar kecantikan atau ketampanan yang sempit terus digaungkan, banyak orang merasa tertekan untuk memenuhi ekspektasi tersebut. Momen Idul Fitri yang identik dengan berkumpulnya keluarga besar justru menjadi ajang perbandingan fisik yang tidak sehat.

Dampak dari tekanan ini tidak bisa dianggap sepele. Rasa minder, cemas, hingga stres dapat muncul akibat komentar yang tampak sederhana. Bahkan, bagi sebagian orang, pengalaman ini bisa memengaruhi kesehatan mental dalam jangka panjang, terutama jika terjadi berulang setiap tahun saat Lebaran tiba.

Untuk mengatasi hal ini, penting bagi setiap individu untuk membangun kesadaran diri dan memperkuat penerimaan terhadap tubuh sendiri. Menghindari pembicaraan yang berfokus pada fisik serta mengalihkan topik ke hal yang lebih positif dapat menjadi langkah awal. Selain itu, keluarga juga perlu diedukasi agar lebih sensitif terhadap dampak ucapan mereka.

Pada akhirnya, Idul Fitri seharusnya menjadi ruang untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan, bukan tempat yang memicu rasa tidak aman. Dengan menciptakan lingkungan yang lebih suportif dan menghargai keberagaman tubuh, kebahagiaan Lebaran dapat dirasakan secara utuh oleh setiap anggota keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....