Pelajari Fiqih Puasa agar Ibadah Ramadan Tidak Sia-sia
- 16 Mar 2026 17:15 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Memasuki fase akhir bulan suci Ramadan, umat Islam diingatkan untuk tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga tetapi juga memahami aspek hukum fikih secara mendalam. Pemahaman yang benar mengenai syarat sah dan hal yang membatalkan puasa menjadi kunci agar ibadah yang dijalankan tidak berakhir sia-sia.
Sekretaris Umum MUI Kota Tanjungpinang, Ustaz Muhammad Munirul Ikhwan, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara hal yang membatalkan puasa secara hukum dan hal yang hanya menggugurkan pahala. Seseorang mungkin secara fisik tetap berpuasa hingga magrib, namun nilai spiritual di hadapan Allah bisa hilang akibat perilaku yang tidak terjaga.
“Banyak orang yang berpuasa tetapi tidak memperoleh apa-apa dari puasanya melainkan hanya rasa haus dan lapar saja,” ujar Ustaz Muhammad Munirul Ikhwan, Selasa, 17 Maret 2026.
Hal-hal yang dikategorikan dapat menghanguskan pahala puasa meliputi perbuatan lisan dan hati, seperti, gibah, adu domba, hingga berkata bohong. Selain itu, tidak menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan serta bersumpah palsu juga menjadi faktor utama yang merusak kualitas ibadah seseorang.
“Jangan sampai selama bulan Ramadan, mulut tidak dijaga dari perkataan kotor atau mencaci maki karena itu menghalangi kita mendapatkan pahala yang sempurna,” tuturnya.
Terkait aspek teknis, beliau merinci bahwa puasa dinyatakan batal secara hukum apabila ada benda yang masuk ke rongga tubuh melalui lubang terbuka secara sengaja. Namun, terdapat pengecualian untuk kondisi medis tertentu seperti suntik obat melalui otot yang dianggap tidak membatalkan puasa.
Islam juga memberikan keringanan bagi kelompok tertentu seperti musafir, orang tua renta, serta ibu hamil dan menyusui melalui mekanisme qada atau membayar fidyah. Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa syariat Islam bertujuan untuk memudahkan hamba-Nya tanpa mengesampingkan kewajiban dasar.
“Ibadah tanpa ilmu itu ditolak, maka pelajari fikih dengan benar agar puasa kita tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Ustaz Munirul, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....