Pemko Tanjungpinang Pantau Harga Sembako jelang Lebaran

  • 16 Mar 2026 10:28 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan Adibapok Tanjungpinang-Bintan melakukan peninjauan harga kebutuhan pokok di Pasar Bintan Center Km. 9, Tanjungpinang. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/ 2026 Masehi, Senin 16 Maret 2026, pagi.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, mengatakan, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan maupun kenaikan harga yang tidak wajar di pasaran. Dari hasil pemantauan, sebagian besar bahan pokok masih tersedia dengan harga yang relatif stabil.

“stok bagus dan harga pun masih terjangkau,” ujar Zulhidayat.

Zulhidayat menyebutkan, bahwa beberapa komoditas seperti cabai merah dijual sekitar Rp. 50 ribu per kilogram, minyak goreng dan tepung terigu masih berada pada harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Kondisi ini dinilai cukup menggembirakan karena stok barang masih mencukupi.

“Cabai disini kita lihat harganya Rp50.000 harga cabai merah, minyak kita di Rp15.700 sesuai HET Juga tepung sesuai HET,” ucapnya.

Pantauan di pasar bincen cabai rawit Rp 66 ribu perkilogram, cabai nano Rp 80 ribu perkilogram, cabai hijau Rp 40 ribu perkilogram dan bawang merah Rp 38 ribu perkologram. Namun, terdapat beberapa komoditas yang mulai mengalami kenaikan harga, di antaranya daging sapi dan daging ayam, sehingga Pemko akan terus memantau perkembangan harga tersebut, dan tidak menutup kemungkinan melakukan operasi pasar apabila harga dinilai tidak terkendali.

“Kalau seandainya harganya tak terkendali, tentu nanti pemerintah akan melakukan upaya untuk melakukan operasi pasar,” tuturnya.

Menurutnya, khusus untuk daging ayam terdapat informasi adanya pengurangan stok dari salah satu pemasok. Namun, pemerintah tetap optimistis kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi melalui pasokan dari peternak maupun daerah lain jika diperlukan.

”Ya tentu kita tak khawatir karena kita banyak juga dari tempat-tempat yang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga santan juga menjadi perhatian pemerintah, karena Tanjungpinang bukan daerah penghasil kelapa sehingga harga santan sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku. Di sisi lain, banyak kelapa yang dijual keluar daerah sehingga mempengaruhi pasokan lokal.

”Tapi tentu memang salah satu yang menjadi perhatian pemerintah adalah kenaikan harga santan,” katanya.

Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Adibapok) Tanjungpinang-Bintan, M. Sadmi Al Qayum, memastikan ketersediaan bahan pokok di wilayah tersebut dalam kondisi aman. Sehingga sebagian stok dinilai lebih dari cukup dan stabil.

”Alhamdulillah untuk kebutuhan pokok kita sangat terjaga, bahkan sebagian stoknya dikatakan lebih daripada stabil,” ujar M. Sadmi Al Qayum.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Menurutnya, masyarakat cukup membeli kebutuhan sesuai keperluan karena stok bahan pangan dipastikan tetap tersedia dan stabil di pasaran.

“Kepada masyarakat bahwa tidak perlu terjadi panik buying, belilah sesuai kebutuhan Anda,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....