Peningkatan Konsumsi saat Lebaran Pengaruhi Harga Barang Kebutuhan Pokok
- 15 Mar 2026 12:49 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idulfitri dinilai turut memicu tekanan inflasi musiman di masyarakat. Hal tersebut terjadi karena meningkatnya daya beli masyarakat dalam waktu yang relatif bersamaan.
Pengamat Ekonomi sekaligus Dosen STIE Pembangunan Tanjungpinang, Hendy, mengatakan peningkatan konsumsi masyarakat menjadi faktor utama munculnya tekanan harga. Ketika jutaan pekerja menerima tambahan pendapatan, permintaan terhadap sejumlah komoditas meningkat secara signifikan.
“Pemberian THR mendorong lonjakan permintaan pada komoditas seperti bahan pangan, pakaian, hingga transportasi,” ucap Hendy, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan data historis menunjukkan inflasi bulanan menjelang Idulfitri hampir selalu lebih tinggi dibandingkan periode normal. Kelompok makanan, minuman, dan transportasi biasanya menjadi penyumbang terbesar terhadap kenaikan inflasi tersebut.
“Artinya, THR berfungsi sebagai katalis yang meningkatkan permintaan agregat dalam jangka pendek,” tuturnya.
Menurutnya, tekanan inflasi akan semakin kuat jika terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan barang di pasar. Faktor distribusi, kenaikan harga bahan baku, hingga keterbatasan transportasi dapat memperbesar kenaikan harga.
“Jika distribusi terganggu atau pasokan terbatas, maka lonjakan permintaan akibat THR bisa mendorong harga naik lebih tinggi,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai kenaikan harga yang dipicu oleh THR umumnya hanya bersifat sementara. Setelah momentum Lebaran berakhir dan pola konsumsi kembali normal, tekanan inflasi biasanya akan mereda.
“Inflasi akibat THR umumnya hanya bersifat sementara dan tidak serta-merta menjadi inflasi jangka panjang,” kata Hendy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....