Adibapok Jamin Stok Bahan Pokok Aman Lebaran Idul Fitri
- 13 Mar 2026 16:38 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Adibapok) Tanjungpinang-Bintan memastikan ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok di Kota Tanjungpinang masih dalam kondisi aman. Selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Jumat, 13 Maret 2026.
Ketua Adibapok Tanjungpinang-Bintan, M. Sadmi Al Qayum, mengatakan, beberapa komoditas utama seperti minyakita, beras, gula, tepung, dan susu masih memiliki stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Khusus untuk minyakita, pasokan yang masuk selama Ramadan mencapai sekitar 75.000 dus yang berasal dari dua pabrik, yakni pabrik Yorgo di Medan dan First Resources di Dumai lalu distribusi minyak goreng juga didukung oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan seperti ID Food dan Perum Bulog.
“Dengan adanya pasokan tersebut, kebutuhan minyak goreng untuk wilayah Tanjungpinang sejauh ini masih aman,” ujar M. Sadmi Al Qayum.

Sadmi menjelaskan, distribusi bahan pokok yang dilakukan oleh pihaknya tidak hanya untuk wilayah Tanjungpinang, tetapi juga menjangkau beberapa daerah lain di Kepulauan Riau seperti Bintan, Anambas, dan Natuna. Saat ini, sekitar 12 ribu dus minyak goreng juga baru saja masuk dan akan didistribusikan secara bertahap.
“Kita juga mendistribusikan ke beberapa wilayah kabupaten kota ,” ucapnya.
Selain itu, ketersediaan beras juga dipastikan masih mencukupi, dimana stok beras yang tersedia saat ini berkisar 200 hingga 300 ton, dengan harga maksimal yang mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni sekitar Rp. 15.200 per kilogram. Pasokan tersebut juga diperkuat dengan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog.
“Untuk beras sekarang kita itu di maksimal di HET,” tuturnya.
Sadmi menyebutkan, masih terdapat beberapa komoditas yang pasokannya belum masuk, seperti santan dan susu full cream. Ia berharap pasokan kedua komoditas tersebut dapat tersedia dalam waktu dekat.
Menurutnya, keterbatasan bahan baku menjadi salah satu kendala yang memengaruhi ketersediaan dan harga sejumlah komoditas. Selain itu, kebijakan pembatasan impor pada beberapa komoditas seperti beras dan gula pasir juga berdampak pada harga di pasaran karena kini lebih mengandalkan sumber daya lokal.
“Selain kekosongan stok ada juga kenaikan harga yang memang tidak bisa kita kendalikan,” katanya.
Ia menambahkan, untuk minyak goreng yang merupakan produk pemerintah, harga tetap dijual sesuai ketentuan yakni Rp15.700 per liter. Ia menegaskan, apabila ditemukan pedagang yang menjual di atas harga tersebut, masyarakat dapat melaporkannya kepada asosiasi untuk ditindaklanjuti.
“Kami akan menindak tegas karena harga minyak goreng sudah ditetapkan pemerintah,” katanya, mengakhiri.