Tidur setelah Sahur, Baik atau Berdampak Buruk?
- 10 Mar 2026 20:29 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kebiasaan tidur setelah sahur sering dilakukan banyak orang selama bulan Ramadan. Setelah makan sahur dan melaksanakan ibadah, sebagian orang memilih kembali ke tempat tidur sebelum memulai aktivitas pagi. Namun, muncul pertanyaan apakah kebiasaan ini baik bagi kesehatan atau justru menimbulkan dampak tertentu bagi tubuh.
Melansir dari situs alodokter.com, secara medis, tidur setelah makan sebenarnya tidak selalu dianjurkan. Tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan yang baru dikonsumsi. Jika seseorang langsung berbaring setelah sahur, proses pencernaan bisa menjadi kurang optimal dan berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman seperti perut kembung atau naiknya asam lambung.
Meski demikian, tidur setelah sahur tidak sepenuhnya dilarang. Bagi sebagian orang yang harus beraktivitas hingga larut malam atau kurang tidur, istirahat tambahan setelah sahur dapat membantu memulihkan energi. Para ahli kesehatan biasanya menyarankan memberi jeda sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum kembali tidur agar proses pencernaan berjalan lebih baik.
Selain itu, posisi tidur juga perlu diperhatikan. Jika ingin beristirahat, disarankan untuk tidak langsung berbaring telentang setelah makan. Duduk sejenak, berjalan ringan, atau melakukan aktivitas ringan dapat membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik sebelum tidur kembali.
Dengan memperhatikan waktu jeda dan kondisi tubuh, tidur setelah sahur sebenarnya bisa saja dilakukan tanpa menimbulkan masalah kesehatan. Yang terpenting adalah menjaga pola makan yang seimbang saat sahur serta memastikan tubuh tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup selama menjalankan ibadah puasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....