Aroma Masakan dan Rasa Lelah, Jembatan Surga bagi Perempuan di Bulan Ramadan

  • 06 Mar 2026 16:46 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kesibukan domestik selama bulan Ramadan sering kali memicu kekhawatiran bagi kaum perempuan dalam memaksimalkan ibadah harian mereka. Rasa cemas ini biasanya muncul karena waktu mereka banyak tersita di dapur untuk menyiapkan keperluan keluarga dibandingkan berlama-lama di masjid untuk iktikaf atau tarawih.

Ustazah Siti Maheran, menjelaskan Allah SWT tidak pernah membeda-bedakan nilai amal saleh antara laki-laki dan perempuan. Berdasarkan Surah An-Nahl ayat 97, setiap mukmin yang beramal dengan ikhlas dijanjikan kehidupan yang baik serta balasan pahala yang setimpal tanpa memandang gender.

“Selama seorang hamba beramal saleh dengan penuh keikhlasan, Allah pasti akan memberikan balasan terbaik tanpa memandang apakah ia laki-laki atau perempuan,” ujar Ustazah Siti Maheran, dalam program Kawan Celoteh Spesial Ramadan di Pro 4 RRI Tanjungpinang, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia juga menekankan bahwa aktivitas menyiapkan makanan untuk berbuka dan sahur merupakan ladang pahala yang sangat besar bagi seorang istri atau ibu. Sesuai hadis Rasulullah SAW, orang yang memberi makan orang berpuasa akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi sedikit pun.

“Jika di rumah ada empat orang yang berpuasa dan kita menyiapkan makanannya dengan ikhlas, maka pada hari itu kita mendapatkan pahala empat orang yang berpuasa sekaligus,” tuturnya.

Agar ibadah di rumah tidak terasa sia-sia atau “zonk”, para ibu disarankan untuk selalu membasahi lisan dengan zikir saat sedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Mengupas bawang atau mengaduk masakan dapat bernilai ibadah luar biasa jika dibarengi dengan istigfar, tasbih, maupun tahmid sepanjang waktu.

Selain berzikir, kunci utama lainnya adalah menanamkan rasa sabar dan ikhlas dalam melayani keluarga sebagai bentuk sedekah waktu yang sangat mulia. Optimalisasi waktu juga penting dilakukan, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadan, dengan menyederhanakan urusan dapur agar durasi untuk tilawah Al-Qur'an tetap terjaga.

Menutup penjelasannya, Dosen STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau ini menyebut rumah tangga bagi seorang perempuan adalah madrasah sekaligus jembatan menuju surga melalui peran strategisnya sebagai manajer keimanan bagi suami dan anak-anak. Dengan manajemen waktu yang baik dan hati yang tulus, kemuliaan Ramadan tetap dapat diraih sepenuhnya meski aktivitas lebih banyak dilakukan di lingkungan domestik.

“Jangan merasa kecil hati karena keterbatasan waktu untuk berlama-lama di masjid, sebab surga bagi perempuan itu tidak jauh, tetapi berada di antara kepulan uap masakan dan rasa lelah dalam melayani keluarga,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....