Ahmad Nauval Guncang ASN Kemenag: Jangan Tunggu Ajal Menjemput

  • 03 Mar 2026 16:11 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan jajaran Kementerian Agama Kota Tanjungpinang untuk memperkuat pembinaan rohani aparatur sipil negara (ASN). Bertempat di Surau Baitul Maqdis Kantor Kementeran Agama Kota Tanjungpinang, Senin 2 Maret 2026.

Kultum usai salat zuhur berjemaah menghadirkan pesan reflektif bertema “Taubat Sebelum Kematian.” Penyuluh KUA Tanjungpinang Barat, Ahmad Nauval, dalam tausiahnya menekankan bahwa kematian adalah kepastian yang tidak dapat ditunda, sementara kesempatan untuk bertaubat bersifat terbatas.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk membersihkan diri. Jangan menunggu ajal datang, karena kita tidak pernah tahu kapan Allah memanggil kita,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Nauval menjelaskan bahwa taubat yang diterima Allah SWT memiliki beberapa syarat utama. Pertama, ikhlas karena Allah, bukan karena dorongan citra atau kepentingan duniawi.

Kedua, memperbanyak istighfar sebagai bentuk pengakuan atas kesalahan dan permohonan ampun. Ketiga, menyesali dosa yang telah dilakukan serta bertekad kuat untuk tidak mengulanginya kembali.

Menurutnya, Ramadan yang dikenal sebagai syahrul maghfirah. Yakni bulan ampunan merupakan kesempatan emas untuk memperbaiki kualitas ibadah sekaligus memperkuat integritas pribadi.

“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menahan diri dari dosa dan memperbanyak taubat,” tuturnya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tanjungpinang, Erizal, menyampaikan arahan kepada seluruh ASN dan penyuluh agar lebih bijak dalam menyikapi arus informasi. Ia mengingatkan agar aparatur tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama di tengah maraknya berita negatif yang beredar di media sosial.

Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kondusivitas dan menjadi teladan dalam literasi digital. Kegiatan kultum dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.

“Jangan langsung di-share bila menerima informasi. Cek dan ricek terlebih dahulu,” pesannya.

Sejumlah pegawai mengajukan pertanyaan seputar praktik taubat dan cara menjaga istiqamah setelah Ramadan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, termasuk doa khusus untuk almarhum Try Sutrisno, Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998, agar Allah SWT menerima amal ibadah dan mengampuni segala khilafnya.

Pembinaan rohani ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan di lingkungan Kemenag Kota Tanjungpinang. Sebagai upaya memperkuat spiritualitas sekaligus integritas ASN dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....