Antusias Santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Idris Bintan Ikuti PMPM

  • 02 Mar 2026 14:28 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan – Sebanyak 29 orang santri kelas XI (sebelas) Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Idris Bintan antusias mengikuti PMPM (Program Magang Pengabdian Masyarakat) ke-4 yang digelar pada 11 Februari hingga 4 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter dan kepemimpinan santri di tengah masyarakat.

Pengasuh Pondok Pesantren Idris Bintan, Ustazah Siti Maheran, mengatakan pondok pesantren tersebut didirikan oleh Yayasan Al Idris Kepri dan berlokasi di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, dengan tag line “Sholeh, Cerdas, dan Siap Memimpin.” Lembaga ini menyelenggarakan pendidikan jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.

“Program PMPM ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi santri untuk terjun ke masyarakat, mengembangkan kapasitas mental dan leadership, serta mengasah kemampuan diri,” ujar Ustazah Siti Maheran, Senin, 2 Maret 2026.

Sebanyak 29 santri yang terdiri dari 11 santri putra dan 17 santri putri dibagi dalam empat kelompok penempatan. Kelompok pertama santri putra ditempatkan di Desa Pangkil RT 01/RW 01, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kelompok kedua santri putra berada di Tanjunguban Kota, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.

"Kelompok ketiga santri putri melaksanakan kegiatan di Pulau Penyengat RT 02/RW 04, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang. Kelompok keempat santri putri ditempatkan di Desa Mantang Besar RT 06/RW 01, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan," ucapnya.

Melalui PMPM, para santri menjalankan berbagai program, di antaranya pengembangan kepemimpinan dan keberanian tampil di depan masyarakat, sosialisasi dan promosi penerimaan santri baru (PSB) ke SD (Sekolah Dasar) dan SMP (Sekolah Menengah Pertama), magang kewirausahaan di lingkungan sekitar, serta kegiatan syiar Islam melalui dakwah. Pelaksanaan PMPM turut melibatkan izin orang tua atau wali santri serta koordinasi dengan perangkat desa, kelurahan, RT, RW, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat.

“Manfaatnya sangat terasa bagi santri. Mereka belajar memahami kondisi masyarakat, menjaga sopan santun dan tata krama, berani berbicara di depan umum, serta meningkatkan keterampilan kewirausahaan dan keagamaan,” katanya.

Program PMPM pada tahun-tahun sebelumnya juga dinilai memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter, kedewasaan, dan jiwa kepemimpinan santri, sekaligus menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Diharapkan melalui program ini, santri Madrasah Aliyah Idris Bintan semakin matang, mampu memimpin diri sendiri maupun saat terjun di masyarakat, jeli melihat peluang usaha atau menciptakan lapangan kerja, serta terus menebarkan syiar dan dakwah Islam di manapun berada.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....