Safari Ramadhan, Tradisi Silaturahmi yang Terus Berlanjut

  • 28 Feb 2026 14:36 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Tradisi Safari Ramadhan telah menjadi bagian dari dinamika kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Indonesia. Kegiatan ini identik dengan kunjungan pejabat pemerintah ke masjid-masjid selama bulan suci Ramadhan.

Kegiatan biasa diisi dengan ibadah bersama serta penyerahan bantuan sosial kepada masyarakt setempat . Secara bahasa, Safari Ramadan adalah frasa yang berasal dari gabungan kata “Safari” dan “Ramadan.”

Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang diakses secara daring, “safari” berarti “perjalanan atau petualangan jarak jauh dalam kegiatan ekspedisi, baik penelitian, penyelidikan, dan wisata.”

Secara historis, Safari Ramadhan berakar dari tradisi silaturahmi dan dakwah yang telah dicontohkan sejak masa Nabi Muhammad SAW. Dalam berbagai riwayat, Rasulullah dikenal aktif mengunjungi para sahabat, mempererat ukhuwah, serta mendorong semangat berbagi selama bulan Ramadhan.

Nilai inilah yang kemudian menjadi inspirasi dalam praktik Safari Ramadhan di Indonesia. Tradisi kunjungan pejabat ke masyarakat saat Ramadhan mulai berkembang pesat pada era pemerintahan modern, terutama sejak masa Soeharto.

Seiring waktu, Safari Ramadhan tidak hanya dilakukan di tingkat nasional, tetapi juga menjadi agenda rutin pemerintah provinsi hingga kabupaten dan kota. Kegiatan ini biasanya meliputi salat berjamaah, tausiah, dialog bersama warga, serta pemberian santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa.

Kini, Safari Ramadhan telah menjadi tradisi tahunan yang sarat makna. Selain memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini juga menegaskan semangat Ramadhan sebagai bulan silaturahmi, kepedulian sosial, dan penguatan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....