Kurma Menjadi Identitas Khas dalam Perayaan Ramadan Umat

  • 28 Feb 2026 10:47 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kurma telah lama dikenal sebagai salah satu simbol kuat dalam perayaan Ramadan. Buah manis ini hampir selalu hadir saat waktu berbuka puasa, baik di rumah, masjid, maupun acara kebersamaan. Kehadiran kurma tidak hanya berkaitan dengan rasa, tetapi juga sarat makna religius dan budaya.

Melansir dari situs beautynesia.id, tradisi mengonsumsi kurma saat berbuka berakar dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW, yang menganjurkan umat Islam untuk membatalkan puasa dengan kurma. Dari generasi ke generasi, kebiasaan ini terus dilestarikan dan menjadikan kurma sebagai identitas yang tidak terpisahkan dari bulan suci Ramadan.

Selain nilai religius, kurma juga memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh setelah seharian berpuasa. Kandungan gula alami, serat, dan mineral dalam kurma membantu mengembalikan energi dengan cepat. Hal ini membuat kurma tidak hanya simbolis, tetapi juga fungsional dalam praktik ibadah puasa.

Di Indonesia, permintaan kurma meningkat tajam menjelang Ramadan. Berbagai jenis kurma dari dalam dan luar negeri membanjiri pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern. Fenomena ini menunjukkan bahwa kurma telah menjadi bagian penting dari tradisi Ramadan di tengah masyarakat.

Dengan nilai sejarah, kesehatan, dan spiritual yang dimilikinya, kurma terus mempertahankan posisinya sebagai identitas Ramadan. Lebih dari sekadar makanan, kurma mencerminkan kesederhanaan, kebersamaan, dan ketaatan yang menjadi esensi utama bulan suci ini.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....