Warga Jalan Teladan Bangun Simbol Kebersamaan

  • 25 Feb 2026 18:05 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Warga RW 10 Jalan Teladan Km 2, Kelurahan Kemboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat, membangun Gapura Toleransi sebagai simbol kebersamaan masyarakat Muslim dan Tionghoa. Hal ini sebagai penyambutan Ramadan 1447 Hijriah dan perayaan Imlek 2026.

Plt RW 10 Jalan Teladan Km 2, Basti Triyansah, mengatakan gagasan pembangunan gapura bermula dari diskusi santai para pemuda dan pengurus lingkungan pada akhir Januari lalu. Ide tersebut muncul sebagai bentuk kebersamaan agar suasana Ramadan tetap meriah tanpa mengurangi semangat warga Tionghoa yang merayakan Imlek.

“Bukan untuk menyaingi, tapi membersamai agar kebersamaan tetap terjaga,” ujar Basti Triyansah, Rabu, 25 Februari 2026.

Basti menjelaskan, pembangunan gapura dilakukan secara swadaya masyarakat dengan dukungan donatur, termasuk dari warga lokal dan bantuan relasi di Singapura. Ia menegaskan, pembangunan tersebut tidak mengatasnamakan RT maupun RW, melainkan murni inisiatif warga RW 10.

”Juga ada donatur dari Singapura, juga dari warga-warga lokal,” ucapnya.

Warga Tionghoa memberikan dukungan dan apresiasi atas inisiatif tersebut. Meski sebagian besar tidak terlibat langsung dalam pembangunan karena kesibukan bekerja, mereka tetap memberikan dukungan moral maupun bantuan konsumsi.

“Kalau kami bangun gapura, mereka pasang lampion, jadi sama-sama meriah tidak ada penolakan, justru saling mendukung,” tuturnya.

Selain itu, toleransi di Jalan Teladan telah terjalin sejak puluhan tahun lalu. Ia mengaku sejak kecil sudah melihat kebersamaan antarumat beragama, termasuk saat perayaan ulang tahun dewa di kelenteng setempat.

Ia menambahkan, warga Muslim turut membantu pengamanan dan kepanitiaan saat perayaan warga Tionghoa. Sebaliknya, ketika Ramadan dan Idulfitri, warga Tionghoa juga menghormati dan menyesuaikan jadwal kegiatan mereka.

“Semua diselesaikan dengan komunikasi dan kekeluargaan,” ujarnya.

Ketua Kelenteng Chi Khong Huo Fooh, Akai, mengatakan hubungan masyarakat Tionghoa dan Muslim di kawasan Jalan Teladan selama ini berjalan baik dan harmonis. Menurutnya, tradisi saling menghargai sudah diwariskan turun-temurun oleh para orang tua terdahulu.

“Tidak pernah ada konflik besar, kami juga ada kegiatan sosial seperti pembagian sembako setiap tanggal 20 untuk warga kurang mampu,” ujar Akai.

Ia berharap nilai kebersamaan dan toleransi yang sudah terbangun lama dapat terus dijaga generasi muda. Sehingga suasana harmonis di Kampung Teladan tetap terpelihara di masa mendatang.

”Menurut saya ya bagus lah semua gitu,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....