Ramadan, DKUPP Bintan Perkuat UMKM
- 25 Feb 2026 08:32 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Bintan, menyiapkan sejumlah strategi untuk mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Strategi tersebut dilakukan melalui kolaborasi pelatihan, dukungan perbankan, hingga subsidi bunga pinjaman.
Kepala Bidang Usaha Mikro DKUPP Kabupaten Bintan, Riawani Elyta, mengatakan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan platform MitMe yang memiliki aplikasi khusus untuk UMKM. Melalui kerja sama tersebut, DKUPP menggelar pelatihan berbasis webinar dengan tema-tema yang relevan dan dibutuhkan pelaku usaha.
“Di awal Ramadan kemarin sudah ada satu pelatihan yang kita laksanakan bersama MitMe secara online,” ujar Riawani Elyta, Selasa, 24 Februari 2026.
Riawani menjelaskan, DKUPP juga bekerja sama dengan BSI Tanjungpinang dalam menghadirkan sejumlah program pendukung. Di antaranya program pembukaan rekening dengan promo cashback, layanan cash management, hingga aplikasi pencatatan dan pelaporan keuangan yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk mengelola keuangan usaha secara lebih tertib dan profesional.
”UMKM-nya bisa mencatatkan pencatatan pelaporan keuangannya melalui aplikasi dari BSI,” ucapnya.
Terkait potensi peningkatan omzet selama Ramadan, pihaknya belum melakukan survei. Hal ini dikarenakan, Ramadan baru memasuki hari kelima sehingga belum dapat terlihat dampak signifikan terhadap penjualan UMKM, sehingga Ia memperkirakan peningkatan omzet baru bisa terukur pada minggu ketiga atau keempat Ramadan.
”Ini kan baru jalan lima hari ya lima hari Ramadan belum-belum kita survei sih,” tuturnya.
Terkait dukungan permodalan, Riawani menyebutkan, bahwa DKUPP Kabupaten Bintan juga memiliki program subsidi bunga pinjaman yang telah berjalan sejak tahun 2022. Melalui program tersebut, pelaku UMKM dapat mengajukan pinjaman ke Bank BPR Bintan dengan bunga yang disubsidi penuh oleh pemerintah daerah, sehingga pelaku usaha hanya perlu mengangsur pokok pinjaman.
”Jadi mereka hanya membayar pokoknya aja,” katanya.
Riawani berharap, para pelaku UMKM dapat memanfaatkan momentum Ramadan untuk mengoptimalkan usaha dan meningkatkan omzet. Ia mendorong UMKM untuk fokus pada produk-produk yang banyak diminati masyarakat selama Ramadan, seperti takjil dan makanan berbuka puasa, sehingga bulan suci ini menjadi peluang memperkuat usaha mereka.
”Semoga ini bisa memanfaatkan momentum Ramadan ini untuk mengoptimalkan usaha, untuk memaksimalkan omzet,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....