Higienitas dan Zat Berbahaya Menjadi Fokus Pengwasan Dinkes Tanjungpinang
- 24 Feb 2026 11:45 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Setiap bulan ramadan pengawasan terhadap penjualan takjil menjadi perhatian Dinas kesehatan Kota Tanjungpinang. Dalam pengawasan Takjil ada dua indikator yang menjadi fokus, pertama higienitas dan campuran zat berbahaya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam mengatakan setiap bulan Ramadan banyak penjual lama maupun yang musiman menjajakan makanannya. Hal inilah yang menjadi perhatian pihaknya dalam menjaga kesehatan masyarakat.
“Melalui pengawasan terhadap takjil yang dijual, agar tidak berdampak pada kesehatan masyarakat nantinya,” ucap Rustam, Selasa 24 februari 2026.
Rustam mengatakan dalam pengawasan terhadap takjil di bulan Ramadan ini ada dua indikator yang menjadi titik fokusnya. Pertama Higienitas, yang meiliputi aspek tempat penjualan, prilaku penjamah makanan, pengolahan makanan, penyajian, pengemesannya dan lainnya.
| Baca juga: Ramadan, DKUPP Bintan Perkuat UMKM |
“Hal ini yang menjadi fokus kita dalam melakukan pengawasan terhadap takjil-takjil yang dijual di bulan Ramadan ini,” tuturnya.
Fokus kedua pihaknya dalam pengawasan takjil yaitu zat-zat berbahaya yang terkandung dalam produk takjil yang di jual. Bahan berbahaya tersebut seperti bahan pengawet, bahan pengenyal, bahan pewarna yang berbahaya.
“Bahan- bahan berbahaya seperti, rodamin B, methyl yellow, boraks dan formalin yang menjadi perhatian kita dalam pengawasan terhadap takjil-takjil yang di jual di Kota Tanjungpinang,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....